Entri Populer

Minggu, 22 Maret 2009

BERDOA DI KAMAR

"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." (Matius 6:5-6)


Adalah sangat menarik bahwa dalam bagian Alkitab ini Yesus mengajarkan jika kamu berdoa "masuklah ke dalam kamar dan tutuplah pintunya" atau "tempat yang tersembunyi". Ada arti rohani dalam pernyataan ini, tentunya ini bukan berarti bahwa setiap kali kita mau berdoa secara fisik kita harus masuk ke dalam sebuah kamar yang ada di sebuah rumah yang tidak orang didalamnya yang dapat melihat kita berdoa, tetapi maksudnya kita masuk ke dalam "pikiran" kita dan berdoa. Ini adalah seperti saat teduh kita bersama Tuhan.

Pada dasarnya kita dapat berdoa setiap saat, kita dapat berdoa di tempat tidur, saat kita berjalan, saat mengendarai mobil, ketika kita menghadapi masalah-masalah, dll. Dan kita tidak perlu berdoa dengan suara yang keras kecuali dalam acara-acara tertentu.

Pada dasarnya Tuhan mengetahui apa yang kita pikirkan, jadi apabila kita berdoa di dalam pikiran kita, Dia mendengar setiap kata-kata kita. Dia adalah Tuhan yang tidak terbatas. Tuhan bahkan mengetahui apa yang terjadi sebelum itu, dalam kata lain Tuhan mengetahui seluruhnya mengenai kita lebih baik daripada diri kita sendiri.

Ayat 7 - 8 dari Matius 6 berkata demikian:

"Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya."

Tuhan Yesus mengetahui tentang semua kelemahan-kelemahan dan kegagalan-kegagalan kita. Kita tidak perlu berpikir untuk sesaat-pun bahwa Dia tidak mengetahui. Dalam Roma pasal 8 kita membaca mengenai Roh Kudus yang membawa doa-doa kita yang tidak sempurna dan menyempurnakannya di hadapan Allah.

Dalam kitab Roma 8:26-27 kita membaca demikian:

"Demikian juga Roh [dimulai dengan huruf besar] membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus."

Apabila kita berada di dalam kesulitan dan putus asa, dan kita tidak tahu bagaimana harus berdoa, kita hanya berkata, "Ya Tuhan tolonglah saya, ya Tuhan tolonglah saya." Dan Tuhan mengetahui segala keinginan hati kita.


"So faith comes by hearing, and hearing by the word of God" (Romans 10:17)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.



MEMINTA ROTI

"Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti." (Mazmur 37:25)


Tidak seperti yang ada dalam pikiran banyak orang ketika mereka membaca ayat ini, sebenarnya ayat ini tidak menunjuk kepada roti dan mengemis secara harafiah. Kita berasal dari dunia ini dan kita sering berpikir dengan ketentuan duniawi, akan tetapi Alkitab sedang berkata tentang hal-hal rohani atau surgawi dengan menggunakan kisah-kisah duniawi.

Alkitab menggunakan kiasan-kiasan atau perumpamaan-perumpamaan yang merupakan cerita-cerita duniawi dengan arti sorgawi. Kalimat "tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan" bukan berarti bahwa kita tidak akan pernah melihat seorang yang beriman mati kelaparan atau dipukuli sampai babak belur atau dibuang ke dalam penjara. Hal-hal tersebut telah banyak terjadi sepanjang sejarah waktu, akan tetapi mereka tidak akan ditinggalkan oleh Allah.

Allah mengetahui segalanya mengenai keadaan tersebut, dan kita baca dalam kitab Ibrani 13:5 demikian:

"Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

Sebenarnya, jika kita diperlakukan dengan sangat buruk, dari pandangan duniawi kita telah dibawa pada kematian yang belum pada waktunya, tetapi justru itu adalah kejadian yang paling mulia dalam kehidupan seorang yang beriman sebab kita akan meninggalkan dunia yang berdosa ini dan masuk ke dalam hadirat Kristus yang Agung.

Dan kalimat "anak cucunya meminta-minta roti" tidak sedang berbicara tentang roti secara harafiah atau menderita kekurangan gizi. Roti atau makanan yang Allah maksudkan adalah "roti kehidupan". Benihnya atau keturunan orang-orang yang beriman tidak akan meminta-minta "roti" sebab mereka yang beriman memiliki kepedulian yang dalam supaya anak-anak mereka mengetahui Firman Allah.

Anak-anak dari orang-orang yang percaya tidak perlu harus mengemis orang tua mereka atau kakek nenek mereka untuk bercerita tentang keselamatan. Orang tua yang beriman akan berdoa terus-menerus untuk keselamatan anak-anak mereka, dan orang tua yang beriman dengan senang hati berbagi Injil dengan anak-anaknya. Dengan demikian, roti dari Injil dibagikan dalam keluarga orang-orang yang percaya.

Dan Yesus Kristus adalah "roti hidup" yang dimaksud yang merupakan penjelmaan dari Injil Allah. Dalam kitab Yohanes 6:35 Ia berkata demikian:

"Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi."


"Give us day by day our daily bread." (Luke 11:3)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.





Selasa, 17 Maret 2009

DOA ORANG PERCAYA

Alkitab menyebutkan beberapa hal yang spesifik mengenai apa yang harus kita katakan ketika kita berdoa kepada Allah. Dan Alkitab mengajarkan untuk memulai doa-doa kita dengan menyapa Allah sebagai "Bapa" seperti yang kita baca dalam kitab Matius 6:9. Ini adalah satu perintah dari Alkitab yang membentuk doa dari orang-orang yang percaya dan hal ini juga menekankan fakta bahwa kita sedang berbicara kepada Allah Sang Pencipta Yang Maha Kuasa. Dan dalam kitab Matius 23:9-10 Yesus mengajarkan demikian:

"Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa [pater] di bumi ini, karena hanya satu Bapamu [pater], yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias."

Alkitab juga memerintahkan kita untuk berdoa di dalam nama Yesus. Dalam kitab Yohanes 16:23 Tuhan Yesus menyatakan demikian:

"Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku."

Dan Yohanes 14:13-14 menambahkan demikian:

"dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Perintah ini diberikan bukan hanya sebagai penutup doa yang layak seperti halnya seseorang yang mengakhiri tulisannya pada sepucuk surat, tetapi juga untuk mengakui bahwa Yesus Kristus telah mengorbankan nyawa-Nya supaya dapat membuat "jalan" bagi kita kepada Bapa, supaya kita dengan "berani" dapat menghampiri tahta kasih karunia Allah.

Perhatikanlah baik-baik firman yang satu ini yang kita baca dalam kitab Yohanes 14:6 demikian:

" ... Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Kemudian Alkitab juga memerintahkan kita untuk berdoa menurut kehendak Allah. Ini bukan berarti untuk sekedar berkata "terjadilah menurut kehendak-Mu ya Bapa" tetapi kita harus percaya dan yakin bahwa kehendak Allah-lah yang akan terjadi, tidak peduli apapun yang kita inginkan.

Kitab 1 Yohanes 5:14 menyatakan demikian:

"Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya."

Dan Yesus juga berkata dalam kitab Lukas 22:42 demikian:

" ... tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."

Kita harus sangat berhati-hati jangan sampai doa-doa kita menjadi "kekejian" dimata Allah karena setiap kali kita sedang berdoa meminta sesuatu yang sebenarnya bertentangan dengan kehendak-Nya. Pada saat umat Allah bertumbuh semakin kuat di dalam kasih karunia, doa-doa mereka akan terbentuk dari Firman Allah.

Kemudian Alkitab mengingatkan kepada kita untuk tidak menggunakan kata-kata yang sia-sia dan diulang-ulang seperti yang kita baca dalam Matius 6:7-8 demikian:

"Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya."

Walaupun Allah mengetahui segala kebutuhan kita, kita boleh memohon kepada Allah hal-hal yang kita anggap perlu untuk kita sampaikan di dalam doa-doa kita, tetapi tentu saja kita tidak boleh memaksa apabila Allah tidak mengabulkan doa-doa kita. Kitab Yesaya 59:1-2 mengajarkan demikian:

"Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."

Pada akhirnya intisari dari segala doa adalah doa untuk keselamatan jiwa dan doa untuk orang-orang kudus, seperti yang kita baca dalam kitab Efesus 6:18 demikian:

"Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus"

Dan dalam kitab Roma 8:26-27 menemukan pernyataan ini:

"Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus."

Orang-orang kudus yang dimaksud disini bukan menunjuk kepada santa atau santo yang dianggap sebagai orang-orang yang paling suci, tetapi ini menunjuk kepada "semua" orang-orang yang percaya. Ketika kita sudah benar-benar diselamatkan kita telah "dikuduskan" (yaitu dipisahkan) karena kita telah ditutupi oleh kebenaran Kristus.

Kitab Roma 11:16 menjelaskan kepada kita demikian:

"Jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus."

Dan kitab 1 Korintus 6:19 kita membaca demikian:

"Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?"

Dan kitab 1 Petrus 1:2 menyatakan demikian:

"yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu."

Oleh sebab itu kita harus selalu memeriksa diri darimanakah "akar" kita berasal? Kita harus memastikan bahwa persekutuan kita adalah persekutuan dengan Kristus sebagai "satu-satunya" yang dapat membuat kita untuk menjadi kudus di hadapan Allah.


"Ye also, as lively stones, are built up a spiritual house, an holy priesthood, to offer up spiritual sacrifices, acceptable to God by Jesus Christ" (1 Peter 2:5)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.



Dear Beloved

Kadang-kadang kita harus membaca langsung dari Firman Tuhan untuk merenungkannya, dan sambil berdoa kita harus bertanya-tanya di dalam hati apakah kira-kira artinya, jika kita tidak bertanya-tanya maka kita tidak akan pernah mencari jawabannya. Dan kadang ketika kita membaca di tempat lainnya kita akan menemukan jawabannya. Bila kita tidak pernah bertanya maka dalam kebanyakan waktu kita hanya membaca saja tanpa memperhatikan apa yang sedang dikatakan.

Kita semua sudah mengerti bahwa -- Alkitab adalah kamus bagi dirinya sendiri, seperti yang kita baca dalam kitab 2 Petrus 1:20-21 demikian:

"Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat [Kitab Suci] dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan [Allah] Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah."

Dan ayat sebelumnya ayat 19 berkata sbb:

"Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu."

Dalam kata lain, kita tidak boleh mengambil keputusan hanya berdasarkan perkataan orang lain atau hanya melihat kepada satu atau dua ayat saja di dalam Alkitab. Ingatlah seluruh Alkitab adalah satu kesatuan yang sempurna karena ditulis oleh "satu" Pengarang.

Alkitab juga mengajarkan bahwa kita "harus" membandingkan hal yang rohani dengan hal yang rohani, yaitu membandingkan ayat yang satu dengan ayat yang lain yang membicarakan hal yang sama di dalam seluruh Alkitab. Kitab 1 Korintus 2:13 menjelaskan demikian:

"Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh, [membandingkan hal yang rohani dengan hal yang rohani - KJV]".

Alkitab telah ditulis sedemikian rupa sehingga tidak mudah untuk dimengerti, hal ini dapat membuat orang-orang congkak untuk menjadi tersesat. Sesungguhnya Alkitab dapat mendukung hampir ide apa saja yang mau kita percayai kalau kita memilih-milih dan memenggal ayat-ayat tertentu keluar dari konteksnya. Tetapi itu juga berarti bahwa kita menolak untuk menerima seluruh Alkitab sebagai Firman Tuhan.

Dalam kitab 2 Petrus 3:16 kita menemukan peringatan ini:

"Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain."

Pada hari sekarang ini kita menemukan banyak denominasi dengan kepercayaan yang berbeda-beda tetapi mereka semua percaya bahwa mereka masing-masing telah memiliki Kebenaran. Bagaimana hal ini dapat terjadi padahal kita memiliki Alkitab yang sama? Ada begitu banyak kesalahan-kesalahan doktrin yang sudah begitu mendasar sehingga tidak dapat diperbaiki lagi selain daripada membaca sendiri dari Firman Tuhan yang sejati.

Oleh sebab itu kita harus sangat berhati-hati sebelum mengajarkan sesuatu, kalau kita tidak yakin akan sesuatu lebih baik kita tidak mengajarkan hal tersebut dan jangan membicarakannya kepada orang lain sampai kita mengetahui lebih banyak dari Alkitab.

Ketika saya sendiri membaca Alkitab kadang saya cukup mengerti apa yang sedang dikatakan dalam suatu bagian yang cukup mudah untuk dimengerti, tetapi sungguh-sungguh sulit untuk dijelaskan kepada orang yang lain. Akan tetapi memang begitulah caranya Allah menulis Alkitab supaya tidak mudah untuk dimengerti dan supaya orang-orang yang percaya mempelajari dengan sungguh-sungguh, membandingkan ayat yang satu dengan ayat yang lain di dalam seluruh Alkitab.

Kitab Amsal 25:2 menjelaskan kepada kita demikian:

"Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja [yaitu orang-orang yang percaya] ialah menyelidiki sesuatu."

Kitab Wahyu 5:1 menyatakan demikian:

"Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai."

Seluruh isi Alkitab adalah Firman Tuhan. Semua ayat-ayat yang ada di dalam Alkitab adalah sangat penting, tidak ada ayat yang tidak penting. Dan ini adalah sebuah buku yang sangat tebal, jadi kita harus betul-betul menyediakan waktu untuk dengan disiplin untuk membacanya. Kita tidak boleh malas untuk menyediakan waktu supaya bisa membaca Firman Tuhan.

Sesungguhnya tidak ada hal lainnya di dunia ini yang lebih penting daripada mempelajari Alkitab karena itu adalah masalah "hidup" dan "mati" di dalam kekekalan.


" ... ye also may have fellowship with us: and truly our fellowship is with the Father, and with his Son Jesus Christ." (1 John 1:3)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.



DOA MARIA

Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." (Lukas 1:46-55)


Kamis, 12 Maret 2009

DOA BAPA KAMI

"Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan [roti] kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan [hutang] kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan [penghakiman], tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]" (Matius 6:9-13)


Ketika para murid meminta Yesus untuk mengajarkan mereka berdoa, Yesus kemudian memberikan mereka sebuah model doa seperti yang kita baca di atas. Ini tidak berarti bahwa setiap waktu kita harus berdoa dengan kata-kata yang persis sama, tetapi kita harus melihat kepada setiap pernyataan yang ada di dalam doa ini untuk memberikan kita petunjuk bagaimana seharusnya kita berdoa.

Pertama-tama perhatikan di bagian pertamanya di Matius 6:9 kita baca:

"Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu"

Jadi kita harus selalu berdoa kepada "Bapa yang ada di Surga" karena Dia-lah yang memberikan segala sesuatu dan hadiah yang sempurna. Dan hadiah yang sempurna yang bisa diberikan kepada kita adalah "keselamatan". Dan pernyataan "dikuduskanlah nama-Mu" berarti bahwa Bapa adalah Allah Yang Maha Kudus, Dia bukan hanya "seseorang" lain yang bisa kita panggil dengan sembarangan seperti "hai", Dia bukan seperti manusia biasa atau ilah-ilah lain. Allah bukanlah siapa yang kita bisa berbuat sembarangan, bicara sembarangan, atau kita permainkan. Allah adalah Allah Yang Maha Kuasa, dari kekal Dia ada, dan Dia memerintah atas segala sesuatu dari kekekalan yang lampau sampai kekekalan yang akan datang.

Kemudian di Matius 6:12 kita membaca demikian:

"ampunilah kami akan kesalahan [hutang] kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah [berhutang] kepada kami"

Harap diperhatikan bahwa ini adalah doa untuk keselamatan. Dan keselamatan adalah keperluan yang paling penting dari seluruh umat manusia, tidak ada hal lainnya yang lebih penting daripada itu, dan hanya Tuhan yang dapat mengampuni dosa-dosa kita. Ketika kita berbuat dosa hal yang pertama dan terutama adalah dosa tersebut adalah dosa terhadap Tuhan.

Kemudian dalam ayat 13 kita membaca lagi demikian:

"dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan [penghakiman], tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat."

Ini juga adalah permohonan untuk mendapatkan keselamatan. Kata Yunani untuk ungkapan "pencobaan" (pierasmos), dalam bahasa aslinya berarti "penghakiman". Jadi Tuhan menginginkan kita untuk sadar sepenuhnya akan penghakiman Tuhan yang adil di akhir zaman.

Kalau seseorang dicurigai telah melakukan kejahatan maka dia akan dibawa kepada hakim untuk diadili dan ditentukan apakah dia bersalah atau tidak. Kalau dia ditemukan bersalah, hakim akan memutuskan hukuman yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku, dan orang itu harus membayar hukuman tersebut sesuai dengan yang dituntut oleh undang-undang yang berlaku dimana hakim tersebut memerintah.

Dan seluruh umat manusia adalah subjek dari hukum-hukum Tuhan, tetapi kita semua adalah orang-orang yang berdosa (Roma 3:23, 1 Yohanes 1:8), jadi pada hari yang terakhir nanti semua orang yang tidak memiliki Juruselamat sudah pasti akan ditemukan bersalah, dan kita sudah mengetahui bahwa hukumannya adalah kutukan yang kekal. Upah dosa ialah "maut" (Roma 6:23), dan maut yang Tuhan maksudkan disini adalah "kematian kedua" di dalam kekekalan.

Oleh karena itu di dalam doa Bapa Kami kita berkata, "janganlah membawa kami ke dalam penghakiman". Dalam kata lain ini juga adalah permohonan untuk keselamatan. Ketika kita berkata, "ampunilah kami akan kesalahan [atau hutang] kami," itu berarti kita sedang berkata, "Ya Tuhan, selamatkanlah saya."

Dan pernyataan yang selanjutnya juga adalah permohonan untuk keselamatan, disitu kita berkata, "lepaskanlah kami dari pada yang jahat". Nah, dari yang "jahat" manakah kita ingin untuk dilepaskan? Kita ingin dilepaskan dari "murka Allah" yang memang pantas kita dapatkan karena dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran kita. Kejahatan dari dosa-dosa kita membuat kita berada dibawah murka Allah. Ini disebut kejahatan karena kita memberontak terhadap Allah dan menjadi budak Iblis dan budak dosa. Ingatlah bahwa setiap orang yang belum diselamatkan masih berada di dalam "kerajaan gelap" atau kerajaan Iblis (Kis. 26:18, Kolose 1:13, Efesus 5:8, Yohanes 12:46, 1 Petrus 2:9).

Dalam kitab Kisah Para Rasul 26:18 kita membaca demikian:

"untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan."

Jadi pernyataan "lepaskanlah kami dari pada yang jahat" adalah permohonan untuk keselamatan. Ini adalah doa supaya kita bisa dilepaskan dari murka Allah. Ini adalah doa supaya kita dapat dilepaskan dari upah dosa-dosa kita, yang merupakan hutang yang seharusnya kita bayar. Ini adalah doa supaya kita dilepaskan keluar dari kerajaan Iblis dan dibawa masuk ke dalam kerajaan Tuhan Yesus Kristus. Oleh karena itu, tiga permohonan dalam Doa Bapa Kami ini secara efektif adalah sebuah permohonan untuk keselamatan. Dan ketika kita sudah diselamatkan, kita mengetahui bahwa tiga permohonan ini telah dijawab dengan tegas. Ini adalah janji yang indah yang Tuhan nyatakan dalam kitab Wahyu 3:10 dimana Tuhan berkata:

"Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan [penghakiman] yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai [menghakimi] mereka yang diam di bumi."

Ketika kita membaca dengan teliti dan berhati-hati doa Bapa Kami yang ditemukan dalam Matius pasal 6 atau Lukas pasal 11, kita menemukan bahwa ini adalah intisari dari doa keselamatan. Keselamatan adalah keperluan yang paling penting dari seluruh umat manusia. Kalau kita sudah diselamatkan (yaitu mendapatkan "kebangkitan jiwa yang baru" yang diberikan dari atas) kita sudah mempunyai hidup yang kekal. Kita sudah aman dan terlindungi, kita sudah memiliki berkat yang paling baik yang bisa kita dapatkan.


"Give us day by day our daily bread." (Luke 11:3)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.
BERTEKUN DALAM DOA

"Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur." (Kolose 4:2)


Doa adalah kesempatan yang indah yang Tuhan berikan kepada kita untuk berkomunikasi dengan-Nya. Tuhan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya di dalam Alkitab, dan kita berbicara kepada Tuhan melalui doa. Akan tetapi ada banyak orang yang berpikir bahwa kita harus memilih kata-kata kita dengan sangat baik sewaktu kita berdoa. Hal tersebut adalah seperti seakan-akan mereka sedang menyampaikan suatu pidato umum. Mereka hendak memastikan bahwa setiap orang akan menyukai apa yang mereka ucapkan. Adalah sangat menyedihkan sewaktu orang-orang memuji seseorang atas sebuah doa yang telah disampaikan. Hal itu menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak memahami maksud pemikirannya secara keseluruhan.

Doa adalah sebuah sikap dimana kita dapat di dalam cara kekanak-kanakan kita sendiri berbicara kepada Tuhan. Maksudnya ialah bahwa kita tidak perlu untuk menjadi seorang jurubicara yang ulung untuk melakukan doa. Kita tidak perlu untuk menjadi seseorang yang ahli berbicara. Kita tidak perlu untuk mampu menghasilkan suatu ungkapan yang sangat baik. Kita hanya hendak mengutarakan kepada Tuhan apa yang ada di dalam hati kita.

Seperti misalnya, sewaktu tiba pada saat makan, kita dapat secara sederhana berdoa kepada Tuhan di dalam nama Yesus, bersyukur kepada-Nya untuk makanan kita dan meminta Dia untuk memberkati-Nya. Dan itu adalah cukup jika kita benar-benar tulus. Tetapi bila kita secara sederhana memiliki kebiasaan rutin untuk mengatakan beberapa kata sebelum kita makan, hal tersebut tidak berarti apa-apa. Jika kita hanya menjalani suatu kegiatan yang rutin, hal itu tidak akan bernilai apa-apa.

Alkitab menyatakan di dalam kitab Mazmur pasal 51 bahwa Tuhan tidak akan memandang hina "hati yang patah dan remuk." Alkitab menyatakan bahwa Allah Roh Kudus sendiri akan mengambil doa-doa kita dan membawa mereka dengan sempurna kepada Tuhan. Kita mungkin sedang berada di dalam penderitaan yang begitu berat di mana hati kita terasa pecah. Kita mungkin dipenuhi rasa syukur dan pujian untuk Tuhan. Dan untuk satu hal, yang paling baik yang dapat kita lakukan adalah untuk berseru kepada Tuhan untuk meminta bantuan. Di dalam kasus yang lain, kita mungkin menyatakan pujian demi pujian yang terbaik untuk memberitahu Tuhan betapa maha besarnya Dia. Tetapi doa bukanlah suatu perkara tentang berapa banyak kita dapat mengutarakan atau betapa baik kita dapat mengutarakannya. Doa merupakan sebuah sikap dari hati.

Kristus sendiri telah memberi kita sebuah contoh tentang doa sebelum makan. Kitab Lukas pasal 24 menguraikan tentang dua orang murid yang sedang berjalan menuju suatu tempat yang bernama Emaus bersama dengan Yesus setelah Dia bangkit dari antara orang mati. Dan mereka berhenti untuk makan, dan setelah Yesus meminta berkat atas makanannya, mata mereka terbuka. Tuhan meminta kita untuk berdoa sebelum makan karena makanan merupakan suatu karunia dari Tuhan. Tetapi kita tidak perlu untuk fasih berbicara sewaktu kita berdoa. Kita dapat secara sederhana mengakui bahwa makanan kita merupakan suatu berkat dari Tuhan dan berterima kasih kepada-Nya untuk makanan tersebut.

Sewaktu kita berdoa kepada Tuhan sebelum makan, saat itu juga merupakan suatu saat yang baik untuk berterima kasih kepada-Nya untuk hal-hal yang lain. Kita dapat berterima kasih kepada-Nya bahwa hari itu telah merupakan sebuah hari yang baik. Kita dapat berdoa untuk bantuan-Nya sehubungan dengan sesuatu yang mengganggu perasaan kita. Kita dapat berdoa supaya Dia akan menguatkan kita untuk menjadi lebih taat dan setia.

Indahnya adalah kegiatan doa tersebut mengizinkan kita untuk memberitahukan isi hati kita kepada Tuhan walaupun Tuhan sebelumnya telah mengetahui "segala sesuatu" yang kita butuhkan. Dia mengetahui seluruh dari masalah-masalah kita lebih baik dari pada diri kita sendiri. Kita tidak dapat memberitahukan kepada Tuhan apa pun di dalam doa kita sesuatu yang belum Tuhan ketahui. Tetapi adalah menenteramkan untuk memiliki hak yang istimewa untuk dapat membawa perasaan-perasaan kita dan rasa syukur kita serta permohonan-permohonan kita kepada Tuhan. Kita dapat mengemis untuk meminta bantuan-Nya. Kita tidak perlu untuk menjadi terlalu khawatir tentang bagaimana untuk mengucapkan doa-doa kita. Tuhan telah sebelumnya mengetahui seluruh dari kebutuhan kita dan secara sederhana kita dapat berdoa kepada Dia dari lubuk hati kita.

Kitab 1 Yohanes 5:14 berbicata tentang doa demikian:

"Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya."


"With good will doing service, as to the Lord, and not to men" (Ephesians 6:7)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.




RAHAB

"Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai [Israel] itu dengan baik." (Ibrani 11:31)


Alkitab selalu menekankan bahwa Tuhan melihat kepada "hati" bukan kepada penampilan luar. Seseorang dapat tampil sangat suci tetapi seringkali mencemoh orang-orang lainnya yang ia anggap lebih rendah daripadanya. Disisi yang lain ada orang-orang yang dianggap rendah di dalam masyarakat tetapi di dalam hati mereka memiliki rasa hormat yang sangat tinggi dan rasa takut yang sangat besar terhadap Tuhan.

Oleh karena itu kita tidak dapat melihat penampilan luar sebagai ukuran atas keselamatan, akan tetapi kita juga tidak dapat melihat ke dalam hati seseorang, hanya Tuhan yang mengetahui apakah sesungguhnya yang ada di dalam hati seorang manusia. Kita mungkin dapat menipu orang lain bahkan menipu diri kita sendiri, tetapi kita tidak pernah bisa menipu Tuhan.

Dari kisah-kisah yang kita baca di dalam Alkitab adalah sangat mengherankan bahwa Tuhan menyelamatkan Rahab dan Maria Magdalena yang adalah para pelacur. Dan seorang perempuan yang tertangkap basah melakukan perzinahan dalam segala kemungkinannya ia diselamatkan oleh Yesus. Kitab Yohanes 8:10-11 menyatakan demikian:

"Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Dan Rahab yang tinggal di kota Yerikho yang terkutuk memiliki kesaksian yang sangat indah terhadap Tuhan seperti yang kita baca dalam kitab Yosua 2:11 demikian:

"Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah."

Anehnya kita menemukan nama Rahab yang sama di dalam silsilah nenek moyang Yesus dari pihak Yusuf (yang adalah "bapa tiri" Yesus) seperti yang kita baca dalam kitab Matius 1:5-6:

"Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria"

Disini kita menemukan dua perempuan yang bukan berasal dari bangsa Israel. Kita sudah mengetahui Rahab berasal dari kota Yerikho yang dihancurkan sama sekali oleh bangsa Israel dan Rut adalah seorang Moab yang dianggap najis oleh bangsa Israel. Lebih dari itu Salomo anak Daud, raja agung yang membangun Bait Allah, diperanakkan dari Batsyeba, isteri Uria! Bagaimana hal itu mungkin?

Ada satu perempuan lagi yang menarik perhatian kita dalam silsilah ini, yaitu Tamar. Siapakah Tamar? Kitab Matius 1:1-3 mencatat demikian:

"Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, .... [dstnya]"

Tamar sebenarnya adalah menantu Yehuda yang berzinah dengannya karena Yehuda tidak mau memberikan anaknya yang bungsu untuk menikah dengan Tamar.

Nah, mengapa bisa terjadi demikian? Bukankah nenek moyang Yesus seharusnya adalah orang-orang yang sangat suci dan tidak pernah berbuat salah? Akan tetapi mereka adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan-kesalahan, hanya Tuhan Yesus yang adalah Allah Manusia yang sama sekali sempurna dan tidak pernah berbuat salah. Bagaimanapun juga ada banyak orang yang akan mencemoh hal ini karena mereka tidak mengerti pelajaran apakah yang Tuhan sedang ajarkan kepada kita disini.

Sebelum diselamatkan kita adalah adalah para pelacur rohani yang banyak sekali melanggar hukum-hukum Tuhan. Setiap kali kita berbuat dosa kita sedang "berzinah" secara rohani karena sesungguhnya -- setiap manusia menikah dengan Hukum Tuhan.

Itulah sebabnya Hukum Taurat mengajarkan bahwa orang-orang yang melakukan perzinahan patut untuk dihukum rajam atau dilempari dengan batu sampai mati.

Akan tetapi setelah diselamatkan kita tidak lagi menikah dengan Hukum Tuhan, kita "bercerai mati" dengan Hukum Tuhan karena Ia telah mati di atas kayu salib. Dan kemudian orang-orang yang percaya menjadi pengantin rohani Kristus yang mampu membebaskan kita dari kutuk Hukum Taurat.

Itulah sebabnya Tuhan menekankan beberapa hal yang sangat penting tentang pernikahan dimana Tuhan juga tunduk kepada hukum yang dibuat-Nya sendiri.

Kitab Roma 7:1-4 menjelaskan kepada kita demikian:

"Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, --sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum-- bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup? Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu. Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain. Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah."


"For all flesh is as grass, and all the glory of man as the flower of grass. The grass withereth, and the flower thereof falleth away. But the word of the Lord endureth for ever. And this is the word which by the gospel is preached unto you." (1 Peter 1:24-25)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.


Senin, 09 Maret 2009

DOA DANIEL
(ketika berada di pembuangan di Babel)

Pada tahun pertama pemerintahan Darius, anak Ahasyweros, dari keturunan orang Media, yang telah menjadi raja atas kerajaan orang Kasdim [Babel], pada tahun pertama kerajaannya itu aku, Daniel, memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun.

Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu. Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!

Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu, dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri. Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad terhadap Engkau.

Ya TUHAN, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau. Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya. Segenap orang Israel telah melanggar hukum-Mu dan menyimpang karena tidak mendengarkan suara-Mu. Sebab itu telah dicurahkan ke atas kami kutuk dan sumpah, yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, hamba Allah itu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Dia.

Dan telah ditetapkan-Nya firman-Nya, yang diucapkan-Nya terhadap kami dan terhadap orang-orang yang telah memerintah kami, yakni bahwa akan didatangkan-Nya kepada kami malapetaka yang besar, yang belum pernah terjadi di bawah semesta langit, seperti di Yerusalem. Seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, segala malapetaka ini telah menimpa kami, dan kami tidak memohon belas kasihan TUHAN, Allah kami, dengan berbalik dari segala kesalahan kami dan memperhatikan kebenaran yang dari pada-Mu.

Sebab itu TUHAN bersiap dengan malapetaka itu dan mendatangkannya kepada kami; karena TUHAN, Allah kami, adalah adil dalam segala perbuatan yang dilakukan-Nya, tetapi kami tidak mendengarkan suara-Nya. Oleh sebab itu, ya Tuhan, Allah kami, yang telah membawa umat-Mu keluar dari tanah Mesir dengan tangan yang kuat dan memasyhurkan nama-Mu, seperti pada hari ini, kami telah berbuat dosa, kami telah berlaku fasik. Ya Tuhan, sesuai dengan belas kasihan-Mu, biarlah kiranya murka dan amarah-Mu berlalu dari Yerusalem, kota-Mu, gunung-Mu yang kudus; sebab oleh karena dosa kami dan oleh karena kesalahan nenek moyang kami maka Yerusalem dan umat-Mu telah menjadi cela bagi semua orang yang di sekeliling kami.

Oleh sebab itu, dengarkanlah, ya Allah kami, doa hamba-Mu ini dan permohonannya, dan sinarilah tempat kudus-Mu yang telah musnah ini dengan wajah-Mu, demi Tuhan sendiri. Ya Allahku, arahkanlah telinga-Mu dan dengarlah, bukalah mata-Mu dan lihatlah kebinasaan kami dan kota yang disebut dengan nama-Mu, sebab kami menyampaikan doa permohonan kami ke hadapan-Mu BUKAN berdasarkan jasa-jasa kami, tetapi berdasarkan kasih sayang-Mu yang berlimpah-limpah. Ya Tuhan, dengarlah! Ya, Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah dengan tidak bertangguh, OLEH karena Engkau sendiri, Allahku, sebab kota-Mu dan umat-Mu disebut dengan nama-Mu!"
(Daniel 9:1-19)



DOA HANA

Lalu berdoalah Hana, katanya: "Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu. Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita. Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji.

Busur pada pahlawan [orang kuat] telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan. Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu.

TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana. TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga. Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan.

Langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya, tetapi orang-orang fasik akan mati binasa dalam kegelapan, SEBAB bukan oleh karena kekuatannya sendiri seseorang berkuasa. Orang yang berbantah dengan TUHAN akan dihancurkan; atas mereka Ia mengguntur di langit. TUHAN mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya; Ia memberi kekuatan kepada raja yang diangkat-Nya dan meninggikan tanduk kekuatan orang yang diurapi-Nya." (1 Samuel 2:1-10)



Pembalasan adalah Hak Tuhan

Bacaan Firman Tuhan untuk Minggu ini

"Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan." Roma 12:19


Renungan Minggu ini bersama GO Studio

Anda pasti tahu jika pembalasan adalah hak Tuhan, dan Anda juga pasti tahu jika pembalasan dari Tuhan lebih menyakitkan daripada pembalasan dari manusia. Walaupun demikian, tidak jarang orang percaya yang melakukan pembalasan saat merasa disakiti, dihina atau dilecehkan.

Kita dapat menemukan beberapa contoh orang-orang yang menghina orang-orang pilihan-Nya dan akibatnya mereka menuai hal-hal yang menyakitkan, diantaranya; Miryam yang mengatai Musa dan akhirnya terkena sakit kusta (Bil. 12:1-15), Mikhal tidak mendapat anak sampai hari matinya karena memandang rendah Daud (II Samuel 6:16, 20).

Saudara, jika saat ini ada orang-orang tertentu yang menghina dan melecehkan Anda, jangan biarkan diri Anda mengambil hak Tuhan tetapi biarkan DIA yang menyelesaikannya, karena IA akan menyelesaikannya dengan cara yang sempurna.

Mari Berdoa

Bapa, terima kasih untuk firmanMu hari ini yang telah mengingatkan aku, untuk tidak melampiaskan sakit hatiku kepada orang-orang yang telah menyakitiku. Aku menyerahkan semuanya ke dalam tanganMu dan memohon agar Engkau menyelesaikannya dengan caraMu yang sempurna. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, aku berdoa dan mengucap syukur. Amin

Selasa, 03 Maret 2009

Rata Tengah
PANAS DINGIN

"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman
dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:
Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas.
Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau
suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan
engkau dari mulut-Ku." (Wahyu 3:14-16)


Bagian Alkitab ini sedang berbicara tentang anggota-anggota jemaat di
gereja Laodikia yang belum diselamatkan dan apabila mereka tidak
segera berubah maka Tuhan akan memuntahkan mereka sama sekali dari
mulut-Nya sehingga mereka tidak lagi menjadi wakil-wakil Tuhan untuk
menyampaikan firman-Nya.

Gereja Laodikia adalah salah satu dari 7 gereja Perjanjian Baru yang
mula-mula dan merupakan gambaran yang akan terjadi pada seluruh masa
gereja. Dalam ayat-ayat berikutnya, yaitu ayat 17 - 19 Tuhan berkata
lagi demikian:

"Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku
dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa
engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku
menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang
telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian
putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu
yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau
dapat melihat. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu
relakanlah hatimu dan bertobatlah!"

Adalah sangat menarik bahwa ungkapan "panas" seringkali digunakan di
dalam Alkitab sehubungan dengan "giat". Dengan kata lain, hal tersebut
sebenarnya sedang berbicara tentang sungguh-sungguh giat melayani
Tuhan. Jika anda "panas" artinya anda akan sungguh-sungguh giat untuk
Tuhan, anda akan memiliki suatu hasrat yang sangat kuat untuk
memberitakan Injil.

Kitab Yakobus 2:15-16 berkata demikian:

"Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan
kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata:
"Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!",
tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya,
apakah gunanya itu?"

Dan ungkapan "dingin" sebenarnya juga berhubungan dengan orang-orang
yang memiliki ketertarikan di dalam Firman Tuhan. Seperti contohnya
dalam kitab Matius 10:42 Tuhan berkata demikian:

"Dan barangsiapa memberi air sejuk [dingin] secangkir sajapun kepada
salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata
kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Kata "air" yang ada di dalam ayat ini sesungguhnya tidak ada di dalam
naskah asli Yunaninya. Sehingga kita mengerti bahwa ungkapan
"secangkir sejuk" sangat berhubungan dengan "air murni dari Injil".
Dengan kata lain, Tuhan sedang menyingkapkan kepada jemaat yang ada di
gereja Laodikia bahwa Dia berkehendak supaya mereka mengabarkan Injil
yang sejati dan hal itu akan menjadi bukti jika ada banyak orang di
dalam jemaat itu yang akan menjadi anak-anak Tuhan.

Oleh karena itu, sebenarnya ungkapan "panas" dan "dingin" kedua-duanya
merupakan istilah-istilah yang berhubungan dengan benar-benar
mengasihi Tuhan dan berkeinginan untuk melakukan perintah-perintah-Nya
dengan segenap hati.


" ... Fear God, and give glory to Him; for the hour of His judgment is
come ... " (Revelation 14:7)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.