Entri Populer

Kamis, 14 April 2011

AJARKANLAH KAMI MENGHITUNG HARI (Mazmur 90 dari Musa)

Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.

Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam [berjaga-jaga]. Engkau menghanyutkan manusia [yaitu air bah]; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu. Sungguh, kami habis lenyap karena murka-Mu, dan karena kehangatan amarah-Mu kami terkejut.

Engkau menaruh kesalahan kami di hadapan-Mu, dan dosa kami yang tersembunyi dalam cahaya wajah-Mu. Sungguh, segala hari kami berlalu karena gemas-Mu, kami menghabiskan tahun-tahun kami seperti keluh. Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu? Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Kembalilah, ya TUHAN — berapa lama lagi? — dan sayangilah hamba-hamba-Mu! Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.

Buatlah kami bersukacita seimbang dengan hari-hari Engkau menindas kami, seimbang dengan tahun-tahun kami mengalami celaka. Biarlah kelihatan kepada hamba-hamba-Mu perbuatan-Mu, dan semarak-Mu kepada anak-anak mereka. Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.




PERJANJIAN YANG BARU

"Oleh karena Ia berkata-kata tentang Perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya." (Ibrani 8:13)


Seluruh Alkitab adalah sebuah Perjanjian. Dan itu dibagi menjadi dua bagian, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Tetapi pada dasarnya Alkitab adalah satu, karena kita tidak dapat mengerti Perjanjian Baru kecuali kita memiliki Perjanjian Lama, dan kita tidak dapat mengerti Perjanjian Lama kecuali kita memiliki Perjanjian Baru.

Dalam kitab Ibrani 8:8-11 kita membaca demikian:

"Sebab Ia [Tuhan] menegor mereka ketika Ia berkata: "Sesungguhnya, akan datang waktunya," demikianlah Firman Tuhan, "Aku akan mengadakan Perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda, bukan seperti Perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka," demikian Firman Tuhan. "Maka inilah Perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah Firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku."

Ketika kita memeriksa bahasa ini dengan seksama kita menemukan bahwa seluruh Alkitab adalah satu Perjanjian yang memberikan kepada kita type atau gambaran-gambaran dan perintah-perintah. Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa kita harus menjadi percaya, bertobat, dibaptis, mempersembahkan kurban, membuat pengakuan iman, menerima Kristus, dan seterusnya. Tetapi semua hal-hal ini termasuk dalam Perjanjian yang pertama. Perhatikan apa yang dikatakan dalam Perjanjian yang kedua dalam Ibrani 8:10b demikian:

"... AKU akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku."

Perjanjian yang lama dimulai ketika Tuhan membawa umat-Nya keluar dari tanah perbudakan di Mesir. Tuhan mulai menulis Alkitab di Gunung Sinai ketika Musa diberikan lima buku yang pertama dari Alkitab (kitab Taurat atau kitab Musa), tetapi itu hanyalah permulaannya, dan diteruskan seluruhnya sampai akhir dari Alkitab.

Dan di dalam Alkitab, kita menemukan berbagai type dan gambaran dan demonstrasi yang menunjukkan kepada kita sesuatu tentang sifat dasar dari keselamatan. Tetapi Perjanjian yang baru, yang sekarang telah mulai untuk kita mengerti, sesungguhnya benar-benar bersifat "rohani" secara keseluruhan.

Itulah sebabnya dalam kitab 2 Korintus 3:7-9 kita membaca demikian:

"Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu [yaitu sepuluh perintah dan hukum-hukum yang lainnya]. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh! Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran."

Tetapi sesungguhnya Injil Kasih Karunia (atau Injil Anugrah) ini juga telah berlaku dalam masa Perjanjian Lama. Orang-orang yang hidup selama masa Perjanjian Lama diselamatkan dalam cara yang sama dengan orang-orang Perjanjian Baru diselamatkan. Yesus adalah Anak Domba yang telah disembelih sejak sebelum dunia diciptakan (Wahyu 13:8, 1 Petrus 1:20, ). Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan-lah yang harus melakukan seluruh karya penyelamatan. Itulah karakteristik yang utama dari Perjanjian yang baru.

Demikianlah Perjanjian yang kedua, atau Perjanjian yang baru, ada hubungannya dengan fakta bahwa seluruh karya keselamatan harus dikerjakan oleh Tuhan. Kita tidak boleh terpaku dengan type-type atau gambaran-gambaran atau bayangan-bayangannya. Mereka hanyalah illustrasi-illustrasi, tetapi hal-hal itu tidak perlu untuk dilakukan supaya kita dapat menjadi diselamatkan. Kita hanya harus mempelajarinya untuk mengerti arti rohaninya.

Hal-hal ini hanyalah potret-potret dan gambaran-gambaran, dan sekarang kita sudah berada di suatu titik dimana kita dapat mengerti sifat alami keselamatan dengan benar. Kita dapat menerima berkat dari hal-hal itu, tetapi, kita mengetahui bahwa Tuhan-lah yang harus melakukan segala pekerjaannya supaya kita dapat menjadi diselamatkan. Tidak ada sesuatu apapun yang dapat kita lakukan sendiri -- sehingga kita dapat menyumbang kepada keselamatan kita.

Tuhan bukan menemukan kesalahan dalam Perjanjian yang pertama sehingga Dia harus menerapkan Perjanjian yang kedua. Upacara-upacara ibadat yang dilakukan dalam Perjanjian yang pertama hanyalah demonstrasi-demonstrasi supaya kita dapat mengerti sifat alami dari keselamatan, tetapi secara rohani Tuhan-lah yang harus melakukannya.

Para ahli teologi telah mengerti secara umum bahwa Perjanjian yang kedua adalah Perjanjian yang baru, tetapi ketika kita memeriksa seluruh Alkitab dengan berhati-hati, kita mengetahui hal itu tidaklah demikian. Kitab Yehezkiel pasal 36 telah ditulis ratusan tahun sebelum Kristus, akan tetapi, itu menyatakan tentang Perjanjian Baru. Itu bukan Perjanjian yang lama, karena Perjanjian Lama ada hubungannya dengan harus melakukan ini dan melakukan itu, berbuat ini dan berbuat itu, yaitu pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan sendiri.

Tetapi dalam kitab Yehezkiel 36:24-39 Tuhan berkata:

"AKU akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu. AKU akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu AKU akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan AKU akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan AKU akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu. AKU akan melepaskan kamu dari segala dosa kenajisanmu dan AKU akan menumbuhkan gandum serta memperbanyaknya, dan AKU tidak lagi mendatangkan kelaparan atasmu."

Disini Tuhan berkata, "Aku" dan "Aku" dan "Aku". Ini adalah Tuhan yang sedang berbicara. Kata-kata ini berasal langsung dari mulut Tuhan. Dan hal ini telah ditulis ratusan tahun sebelum Perjanjian Baru ditulis. Dan ketika Tuhan berkata, "membawa kamu kembali ke tanahmu" dalam ayat yang khusus ini, itu menunjuk kepada Kerajaan Tuhan, yaitu tempat dimana Tuhan akan membawa orang-orang percaya yang sejati untuk masuk, suatu tanah yang penuh dengan susu dan madu.

Dalam kitab Yesaya 55:3 Tuhan berkata demikian:

"Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat Perjanjian Abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud."

Gaya bahasa ini lebih indah dari segala sesuatu lainnya yang kita temukan di dalam Perjanjian Baru. Itu berbicara tentang fakta bahwa semua karya keselamatan dilakukan oleh Tuhan Yesus. Itulah Perjanjian yang baru. Dan itulah sebabnya kita membaca dimana-mana di dalam Alkitab bahwa seluruh kemuliaan dan kemegahan atas keselamatan hanya boleh diberikan kepada Tuhan.

Dalam kitab Wahyu 5:11-12 kita membaca demikian:

"Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa, katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"

Dan Wahyu 9:20-21 berkata tentang akhir zaman demikian:

"Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan, dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian."


"The power of God; Who hath saved us, and called us with an holy calling, not according to our works, but according to His own purpose and grace, which was given us in Christ Jesus before the world began" (2 Timothy 1:9)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.




MAZMUR 90

Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" [yaitu penghakiman] Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam [berjaga-jaga]. Engkau menghanyutkan manusia [air bah]; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, -- di waktu Petang lisut dan layu (Mazmur 90:3-6).


Ini adalah ayat yang sangat menarik dengan gaya bahasa yang sangat mirip dengan kitab 2 Petrus 3. Bila anda perhatikan konteksnya dengan berhati-hati ayat ini juga berbicara tentang "berjaga-jaga", "air bah" dan "penghakiman Tuhan".

Dalam kitab 2 Petrus 3:5-8 kita membaca:

"Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik. Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari."

Dan Mazmur 90:3-4 berkata demikian:

"Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam."

Ungkapan "jaga" di dalam Alkitab ada hubungannya dengan "berjaga-jaga" supaya kita dapat mengetahui kapan saatnya Kristus akan datang kembali. Kemudian perhatikan Mazmur 90:5 berkata demikian:

"Engkau menghanyutkan manusia... "

Yaitu menghanyutkan dengan air bah. Itulah caranya Tuhan menghancurkan orang-orang fasik pada penghakiman yang pertama. Jadi ayat-ayat ini sangat berhubungan dengan 2 Petrus 3. Dalam konteksnya mereka sama sekali tidak berbeda. Kedua ayat-ayat ini sedang berbicara tentang penghakiman Tuhan yang terakhir atas Bumi ini.

Kita membaca dalam kitab 2 Petrus 3:8 demikian:

"Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari."

Sampai sekitar dua tahun yang lalu, ayat ini tidak pernah dimengerti dengan benar oleh siapapun juga. Tidak ada ahli teologi yang mengerti pernyataan ini. Lagi dan lagi ketika saya melihat kepada ayat ini, saya tiba pada kesimpulan yang sama dengan kebanyakan dari guru-guru Alkitab yang lain. Kesimpulannya adalah bahwa waktu dalam pandangan Tuhan berbeda dengan waktu manusia.

Akan tetapi, itu bukanlah apa yang sebenarnya ayat ini ajarkan. Itu adalah kesimpulan kita yang tidak benar karena kita tidak dapat mengertinya dengan lebih baik. Tetapi dalam dua tahun yang terakhir dengan tiba-tiba ayat ini menjadi sangat mengagumkan dan sangat penting.

Ini bukanlah ayat yang sulit lagi, karena sekarang kita mengerti bagaimana untuk menghubungkannya dengan tujuh hari ketika nabi Nuh diperintahkan untuk masuk ke dalam Bahtera sebelum air bah mulai datang untuk menghancurkan Bumi. Kita membaca dalam kitab Kejadian 7:4 demikian:

"Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu."

Sekarang kita mengganti tujuh hari itu dengan tujuh ribu tahun. Jadi, di dalam waktu 7,000 tahun, Tuhan akan menghancurkan seluruh dunia lagi. Dengan demikian ayat ini memperingatkan bahwa manusia memiliki waktu 7,000 tahun untuk masuk ke dalam keamanan yang ada di dalam Tuhan Yesus Kristus, yang menggambarkan Bahtera.

Sekarang kita menemukan hal itu sesuai dengan segala sesuatu lainnya dengan sempurna. Kita telah mempelajari lama lalu bahwa air bah terjadi di tahun 4990 Sebelum Masehi, dan di dalam beberapa tahun yang terakhir kita telah mempelajari bahwa Kristus akan datang kembali pada tahun 2011. Dan ketika kita menghitung perbedaan waktu antara dua peristiwa ini, itu terpisah tepat selama 7,000 tahun.

Jadi sekarang kita dapat melihat mengapa Tuhan berkata bahwa "satu hari adalah sama seperti seribu tahun, dan seribu tahun sama seperti satu hari". Adalah sangat mengagumkan bahwa selagi kita terus memeriksa hal-hal ini, mereka menjadi lebih dan lebih jelas lagi. Saya tidak menemukan apa-apa di dalam Alkitab yang bertentangan dengan hal ini.

Di dalam kira-kira 22 tahun yang belakangan ini, Tuhan telah memberikan kebenaran demi kebenaran yang tidak kita ketahui sebelumnya. Itu membutuhkan waktu untuk mengertinya tetapi sekarang telah menjadi bagian dari hidup kita. Itulah sebabnya pada waktu pertama kali, kebenaran-kebenaran baru ini tidak selalu dapat dijelaskan dengan mudah, tetapi secara perlahan kebenaran-kebenaran ini menjadi lebih dan lebih mudah untuk dijelaskan. Tetapi semua ini adalah bagian dari proses mempelajari Alkitab dan bertumbuh di dalam kasih karunia Tuhan.


"Declaring the end from the beginning, and from ancient times the things that are not yet done, saying, My counsel shall stand, and I will do all my pleasure" (Isaiah 46:10)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.





Kamis, 07 April 2011

MAZMUR 90

Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" [yaitu penghakiman] Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam [berjaga-jaga]. Engkau menghanyutkan manusia [air bah]; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, -- di waktu Petang lisut dan layu (Mazmur 90:3-6).


Ini adalah ayat yang sangat menarik dengan gaya bahasa yang sangat mirip dengan kitab 2 Petrus 3. Bila anda perhatikan konteksnya dengan berhati-hati ayat ini juga berbicara tentang "berjaga-jaga", "air bah" dan "penghakiman Tuhan".

Dalam kitab 2 Petrus 3:5-8 kita membaca:

"Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik. Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari."

Dan Mazmur 90:3-4 berkata demikian:

"Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam."

Ungkapan "jaga" di dalam Alkitab ada hubungannya dengan "berjaga-jaga" supaya kita dapat mengetahui kapan saatnya Kristus akan datang kembali. Kemudian perhatikan Mazmur 90:5 berkata demikian:

"Engkau menghanyutkan manusia... "

Yaitu menghanyutkan dengan air bah. Itulah caranya Tuhan menghancurkan orang-orang fasik pada penghakiman yang pertama. Jadi ayat-ayat ini sangat berhubungan dengan 2 Petrus 3. Dalam konteksnya mereka sama sekali tidak berbeda. Kedua ayat-ayat ini sedang berbicara tentang penghakiman Tuhan yang terakhir atas Bumi ini.

Kita membaca dalam kitab 2 Petrus 3:8 demikian:

"Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari."

Sampai sekitar dua tahun yang lalu, ayat ini tidak pernah dimengerti dengan benar oleh siapapun juga. Tidak ada ahli teologi yang mengerti pernyataan ini. Lagi dan lagi ketika saya melihat kepada ayat ini, saya tiba pada kesimpulan yang sama dengan kebanyakan dari guru-guru Alkitab yang lain. Kesimpulannya adalah bahwa waktu dalam pandangan Tuhan berbeda dengan waktu manusia.

Akan tetapi, itu bukanlah apa yang sebenarnya ayat ini ajarkan. Itu adalah kesimpulan kita yang tidak benar karena kita tidak dapat mengertinya dengan lebih baik. Tetapi dalam dua tahun yang terakhir dengan tiba-tiba ayat ini menjadi sangat mengagumkan dan sangat penting.

Ini bukanlah ayat yang sulit lagi, karena sekarang kita mengerti bagaimana untuk menghubungkannya dengan tujuh hari ketika nabi Nuh diperintahkan untuk masuk ke dalam Bahtera sebelum air bah mulai datang untuk menghancurkan Bumi. Kita membaca dalam kitab Kejadian 7:4 demikian:

"Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu."

Sekarang kita mengganti tujuh hari itu dengan tujuh ribu tahun. Jadi, di dalam waktu 7,000 tahun, Tuhan akan menghancurkan seluruh dunia lagi. Dengan demikian ayat ini memperingatkan bahwa manusia memiliki waktu 7,000 tahun untuk masuk ke dalam keamanan yang ada di dalam Tuhan Yesus Kristus, yang menggambarkan Bahtera.

Sekarang kita menemukan hal itu sesuai dengan segala sesuatu lainnya dengan sempurna. Kita telah mempelajari lama lalu bahwa air bah terjadi di tahun 4990 Sebelum Masehi, dan di dalam beberapa tahun yang terakhir kita telah mempelajari bahwa Kristus akan datang kembali pada tahun 2011. Dan ketika kita menghitung perbedaan waktu antara dua peristiwa ini, itu terpisah tepat selama 7,000 tahun.

Jadi sekarang kita dapat melihat mengapa Tuhan berkata bahwa "satu hari adalah sama seperti seribu tahun, dan seribu tahun sama seperti satu hari". Adalah sangat mengagumkan bahwa selagi kita terus memeriksa hal-hal ini, mereka menjadi lebih dan lebih jelas lagi. Saya tidak menemukan apa-apa di dalam Alkitab yang bertentangan dengan hal ini.

Di dalam kira-kira 22 tahun yang belakangan ini, Tuhan telah memberikan kebenaran demi kebenaran yang tidak kita ketahui sebelumnya. Itu membutuhkan waktu untuk mengertinya tetapi sekarang telah menjadi bagian dari hidup kita. Itulah sebabnya pada waktu pertama kali, kebenaran-kebenaran baru ini tidak selalu dapat dijelaskan dengan mudah, tetapi secara perlahan kebenaran-kebenaran ini menjadi lebih dan lebih mudah untuk dijelaskan. Tetapi semua ini adalah bagian dari proses mempelajari Alkitab dan bertumbuh di dalam kasih karunia Tuhan.


"Declaring the end from the beginning, and from ancient times the things that are not yet done, saying, My counsel shall stand, and I will do all my pleasure" (Isaiah 46:10)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.

Minggu, 20 Maret 2011

PEMBINASA KEJI

"Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel, (para pembaca hendaklah memperhatikannya:) Maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan:"
(Matius 24:15-16)


"Pegunungan" memperlambangkan Tuhan Yesus Kristus. Kata itu digunakan di tempat lain di dalam Alkitab, seperti di dalam kitab Mazmur 121:1 yang kita baca demikian:

"… Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?"

Pertolongan kita datang dari Tuhan Yesus. Ini adalah suatu kata kiasan yang menunjuk kepada Kristus. Dia adalah satu-satunya dimana kita mau memandang. Kita tidak mau mempercayai organisasi gereja-gereja lagi karena sang "Pembinasa keji" ada di sana. Mereka telah merupakan "tempat kudus" karena mereka adalah pemelihara Alkitab yang telah dipercayakan kepada mereka selama hampir 2000 tahun.

Tetapi sekarang Iblis telah duduk memerintah di sana (lihat 2 Tesalonika 2, Daniel 7). Dan orang-orang percaya yang berada di dalam organisasi gereja-gereja diperlambangkan dengan "Yudea" (suku Yehuda), mereka adalah orang-orang yang dikasihi oleh Tuhan. Jadi Yudea juga merupakan gambaran dari organisasi gereja-gereja karena secara jasmani mereka memperlambangkan Kerajaan Tuhan.

Dalam kitab Yesaya 5:7 Tuhan berkata demikian:

"Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda [Yudea] ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran."

Dan Matius 24:16 berkata:

"Maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan"

Ini sedang memberitahukan kita untuk keluar dari organisasi gereja-gereja dan melarikan diri kepada Firman Kristus, yaitu seluruh Alkitab (2 Petrus 1:21, Yohanes 1:14, 2 Timothy 3:16). Di akhir zaman ini, Alkitab adalah satu-satunya yang dapat kita percayai, kita tidak dapat mempercayai organisasi ilahi apapun, walaupun Tuhan telah mendirikannya dan menggunakannya untuk melambangkan Kerajaan Tuhan. Sama seperti yang terjadi kepada bangsa Israel kuno sebagai suatu organisasi ilahi, akan ada akhir dari masa kerja organisasi gereja Perjanjian Baru. Sekarang Tuhan menyelamatkan secara individu, dan itu terjadi diluar lingkungan gereja-gereja dan denominasi-denominasi.

Dalam kitab 1 Tesalonika 5:3 kita membaca:

"Apabila mereka mengatakan, semuanya damai dan aman; -- maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan [kehancuran - KJV], seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin; mereka pasti tidak akan luput."

Ini adalah apa yang diajarkan di dalam organisasi gereja-gereja. Selama anda percaya bahwa anda telah diselamatkan, semuanya baik-baik saja, anda berada didalam keamanan dan kedamaian dengan Tuhan (Efesus 2:14). Tetapi kemudian ayat itu berkata: "kehancuran yang tiba-tiba" akan menimpa mereka.

Sangat mengerikan sekali. Ini adalah gaya bahasa dari Hari Penghakiman. Orang-orang ini berkata "Kita tidak dapat mengetahui hari dan saatnya, dan kita berada aman di dalam tangan Kristus tidak perduli kapanpun Ia akan datang", tetapi Tuhan menyatakan, "karena kamu hamil dengan kejahatan maka kamu akan dihancurkan", yaitu mereka akan masuk ke dalam Hari Penghakiman.

Mereka menolak untuk memberikan segala kemegahan dan kemuliaan atas keselamatan hanya kepada Tuhan. Mereka lebih mempercayai pekerjaan mereka sendiri daripada mempercayai pekerjaan Tuhan untuk keselamatan mereka. Mereka adalah sama seperti orang-orang Babel yang mencoba untuk mendirikan menara "yang puncaknya sampai ke langit" melalui tangan mereka sendiri, mereka gagal untuk menyadari bahwa Tuhan-lah yang berkuasa penuh atas keselamatan sejak sebelum dunia dijadikan. Ia adalah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kemudian Tuhan meneruskan tentang kelompok orang yang lain dalam ayat 4 demikian:

"Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga Hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri..."

Dengan kata lain, ini menunjuk kepada orang-orang yang telah keluar dari organisasi gereja-gereja dan mereka berjaga-jaga, mereka mengenakan pakaian putih, yaitu mereka mempelajari Alkitab dengan rajin, dan mereka adalah orang-orang yang benar-benar telah diselamatkan. Ini adalah ayat-ayat yang sangat penting sekali, sudah seharusnya kita menjadi takut dan gemetar di hadapan Firman Tuhan.

Sekarang kita mau membandingkannya dengan Yeremia 14:14-16, yang berkata demikian:

"Jawab TUHAN kepadaku: "Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri. Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai para nabi yang bernubuat demi nama-Ku, padahal Aku tidak mengutus mereka, dan yang berkata: Perang dan kelaparan tidak akan menimpa negeri ini -- Para nabi itu sendiri akan habis mati oleh perang dan kelaparan! Dan bangsa yang kepadanya mereka bernubuat akan tercampak mati di jalan-jalan Yerusalem, disebabkan oleh kelaparan dan perang, dan tidak ada orang yang akan menguburkan mereka: mereka sendiri, isteri-isteri mereka, anak-anak mereka yang laki-laki dan yang perempuan. Demikianlah akan Kutumpahkan kejahatan mereka ke atas mereka."

Ayat ini berhubungan dengan apa yang kita baca dalam 1 Tesalonika 5. Dan hal ini bukan hanya terjadi pada saat ini, hal ini telah terjadi selama suatu masa yang cukup panjang, tetapi akhirnya hal tersebut telah menjadi begitu buruknya di mana Tuhan akhirnya menaruh Iblis untuk berkuasa disana. Jadi Tuhan telah menyingkirkan diri-Nya sendiri dari semua organisasi gereja-gereja di seluruh dunia. Anda tidak dapat lagi menemukan Injil yang sejati disana.

Yeremia 16:9, 11 dan beberapa ayat-ayat lainnya di dalam Alkitab menyatakan demikian:

"Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Sesungguhnya, di tempat ini, di depan matamu dan pada zamanmu, akan Kuhentikan suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan.... Oleh karena nenek moyangmu telah meninggalkan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan oleh karena mereka telah mengikuti allah lain dengan beribadah dan sujud menyembah kepadanya, tetapi mereka meninggalkan Aku dan tidak berpegang pada Taurat-Ku [= Hukum Tuhan = Alkitab]."

Adalah tujuan Tuhan di mana setiap orang di dalam gereja-gereja berpikir bahwa Kristus akan datang sebagai seorang pencuri pada waktu malam. Dan hal itu bukanlah salah sama sekali. Hanya setelah kita melewati tahun 1988 Tuhan mulai untuk memberikan lebih banyak informasi yang sebelumnya disembunyikan di dalam Alkitab (Daniel 12:4, Wahyu 5:5). Dan kitab 1 Tesalonika pasal 5 benar-benar sedang memusatkan perhatian kita pada beberapa tahun terakhir yang mengantar kita tepat hingga akhir dunia.

Sewaktu Alkitab berbicara mengenai peperangan pada akhir dunia, itu biasanya menunjuk kepada perang Harmagedon, yang bukan menunjuk kepada suatu peperangan jasmani sama sekali. Itu adalah saat ketika orang-orang percaya yang sejati sedang diangkat (rapture). Dan mereka tidak akan mengucapkan sepatah katapun, tetapi berdasarkan kenyataan bahwa mereka sedang diangkat ke dalam surga di depan mata orang-orang yang menyangka bahwa mereka akan diangkat, itu akan merupakan suatu kutukan besar terhadap orang-orang gereja yang ditinggal di Bumi. Mereka sedang dihakimi sewaktu mereka menyaksikan orang-orang percaya yang sejati diangkat ke atas. Tidak akan ada pengangkatan yang kedua, peristiwa pengangkatan hanya akan terjadi satu kali pada tanggal 21 Mei tahun 2011.

Dan kita menemukan Alkitab menyatakan bahwa mereka akan menangis dan menggertakkan gigi. Dan menggertakkan gigi mereka merupakan suatu gambaran tentang kemarahan. Mereka akan marah terhadap Tuhan, tetapi mereka sedang menuju kepada kematian. Kematian secara fisik akan terjadi dimana-mana pada saat itu, dan ini akan terjadi di sepanjang periode 153 hari dari Hari Penghakiman.

Kitab Yeremia 8:1-2 berkata tentang Hari Penghakiman demikian:

"Pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, tulang-tulang raja-raja Yehuda, tulang-tulang pemuka-pemukanya, tulang-tulang imam-imam, tulang-tulang nabi-nabi dan tulang-tulang segenap penduduk Yerusalem akan dikeluarkan dari dalam kubur mereka dan diserakkan di depan matahari, di depan bulan dan di depan segenap tentara langit yang dahulunya dicintai, diabdi, diikuti, ditanyakan dan disembah oleh mereka. Semuanya itu tidak akan dikumpulkan dan tidak akan dikuburkan; mereka akan menjadi pupuk di ladang [kotoran binatang di muka bumi - KJV]."

Dan kitab Lukas 21:25-28 berkata tentang awal dari Hari Penghakiman demikian:

"Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."


"...blow the trumpet... warn the people" (Ezekiel 33:3)


Dear All,

Adakah saudara-saudara yang tinggal di Indonesia yang mau membantu untuk menyebarkan pamflet tentang Hari Penghakiman 21 Mei 2011 ? Bila tertarik untuk membantu harap replay email ini dengan alamat anda di Indonesia, terima kasih.

GBU


My name is Robert Mardjuki. I am originally from Indonesia. I am helping with Project Jonah at Family Radio. We've been praying about Indonesia and the possibility of going to Indonesia with the Judgment Day tracts. We have one person who will be going to Jakarta this coming week and will be traveling to several cities in Java and Sumatra. There is potentially another person who is going to join him.

I am wondering if you know anyone there who might want to help pass out tracts with these men. We realize that this is a high risk proposition but we trust that God would open/shut doors for us
as He wills. We have positive experience in Bangladesh, Burma, Egypt, and other difficult places.

We pray that God would lead and guide us in Indonesia as well.

Please pray for this mission and let me know if you have any leads/information to help us.



YESUS MENANGIS

"Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!" Maka menangislah Yesus." (Yohanes 11:34-35)


Alkitab mencatat dua peristiwa ketika Yesus menangis. Satu adalah ketika Lazarus meninggal dunia, seperti yang kita baca pada ayat di atas. Seringkali kita membaca kata-kata ini secara biasa dan berlanjut kepada ayat berikutnya. Tetapi kita harus ingat bahwa Yesus adalah Allah Yang Kekal. Ketika Ia mengambil wujud manusia-Nya dan datang ke Bumi kira-kira 2,000 tahun yang lalu, Dia tidak pernah berhenti sebagai Allah Yang Kekal. Dia adalah Allah Kekal Yang Maha Kudus di dalam segala sesuatu yang Ia katakan dan kerjakan.

Tentu saja, segala sesuatu yang Ia katakan adalah Kebenaran yang sesungguhnya, dan Ia berkata, "barangsiapa yang telah melihat Aku, telah melihat Bapa" dan lagi "Aku dan Bapa adalah satu". Ini adalah mistery ilahi, kita tidak dapat mengerti hal ini seluruhnya, tetapi kita mengetahui bahwa ketika Yesus menangis, Allah Yang Kekal sedang menangis.

Semakin banyak kita mempelajari Alkitab, semakin kita menyadari betapa ini merupakan informasi yang sangat mengagumkan. Saat lainnya yang Alkitab katakan Kristus menangis dicatat dalam kitab Lukas pasal 19, dimana kita membaca bahwa Yesus menangisi kota Yerusalem, yang memberontak melawan-Nya karena mereka berada di dalam jalan mereka yang menuju kematian.

Tuhan berkata dalam Lukas 19:41-44 demikian:

"Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau."

Kebanyakan orang yang ada di dalam bangsa Israel tidak diselamatkan, jadi, ketika mereka mati, mereka benar-benar mati baik di dalam keadaan tubuh maupun jiwa. Mereka tidak akan memiliki kesadaran mereka lagi untuk selama-lamanya. Dan pada hari yang pertama dari Hari Penghakiman, tulang-tulang mereka atau debu-debu atau apapun yang tersisa dari tubuh mereka, akan dibangkitkan, yaitu dilempar keluar dari kubur-kubur mereka dan diserakkan di atas tanah untuk dipermalukan dihadapan Tuhan dan pemerintah-pemerintah surgawi (Yeremia 25:33, Yeremia 16:4, Yeremia 8:1-2, Yesaya 66:24).

Akan tetapi orang-orang itu tidak akan menyadari hal tersebut karena mereka telah mati. Ini adalah akhir yang buruk. Mereka berpikir bahwa mereka adalah orang-orang yang terkasih yang akan berada bersama dengan Kristus untuk selama-lamanya di dalam kemuliaan surgawi. Akan tetapi, Yesus menangisi mereka karena Tuhan berkata dalam Yehezkiel 33:11:

"Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik..."

Alkitab berkata dalam bahasa yang sangat gamblang bahwa Tuhan tidak berkenan kepada kematian mereka, tetapi faktanya adalah Hukum Tuhan mengajarkan bahwa "upah dosa ialah maut", yaitu kematian (Roma 6:23). Dan hal itu tidak membuat Tuhan senang bahwa Ia harus menjalankan ketentuan dari hukum-Nya.

Itulah sebabnya kita membaca dalam Yohanes pasal 11, bahwa ketika Lazarus telah mati selama 4 hari, dan saudaranya Maria dan Marta dan orang-orang lainnya menangis, kita membaca bahwa "masygullah hati Yesus dan Ia sangat terharu". Ia menangis karena Dia sedang dihadapkan dengan kematian.

Lazarus adalah seorang percaya yang sejati, oleh karena itu, tidak ada bukti bahwa ia tidak akan dibangkitkan di akhir zaman. Tetapi bagaimanapun juga, pada saat permulaan, ketika Tuhan menciptakan dunia, kematian tidak termasuk didalamnya. Kita membaca dalam kitab Kejadian 1:26-27 demikian:

"Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka."

Kehidupan itu adalah untuk selama-lamanya. Jika Adam dan Hawa tidak berbuat dosa, maka umat manusia akan hidup untuk selama-lamanya. Kematian masuk ke dalam dunia tidak lama setelah peristiwa Penciptaan. Dan satu-satunya alasan mengapa kematian masuk ke dalam dunia adalah karena umat manusia berbuat dosa dan memberontak melawan Tuhan. Dan Yesus menangis karena kematian telah masuk ke dalam dunia.


"There is therefore now no condemnation to them which are in Christ Jesus, who walk not after the flesh, but after the Spirit" (Roma 8:1)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.




Rabu, 02 Maret 2011

HATI YANG BARU

"Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan." (Roma 10:8-10)


Di dalam ayat ini Tuhan berkata, dan Dia membuatnya sangat jelas, bahwa "jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, DAN percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan."

Masalahnya adalah, secara alami, hati manusia adalah sangat jahat. Seperti misalnya, kita membaca dalam kitab Yeremia 17:9 demikian:

"Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?"

Dan Zakharia 7:12 berkata demikian:

"Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu..."

Hati seorang manusia yang belum diselamatkan sangatlah memberontak melawan Tuhan. Oleh karena itu, mereka tidak dapat percaya. Dan satu-satunya cara mereka dapat percaya adalah jika Tuhan memberikan mereka "hati yang baru".

Kita membaca dalam kitab Yehezkiel 36:26-29 demikian:

"Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan AKU akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat." Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan AKU akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu. AKU akan melepaskan kamu dari segala dosa kenajisanmu dan AKU akan menumbuhkan gandum serta memperbanyaknya, dan AKU tidak lagi mendatangkan kelaparan atasmu."

Ini seluruhnya adalah pekerjaan Tuhan. Ketika Tuhan menyelamatkan kita, Dia memberikan kita "hati yang baru" atau kebangkitan jiwa yang baru. Itu seluruhnya adalah 100% anugrah atau hadiah Tuhan.

Dan ketika Dia memberikan kita hati yang baru, maka kita menjadi diselamatkan. Itulah seluruhnya tentang keselamatan. Ketika Tuhan menyelamatkan kita, Dia memberikan kita "hati yang baru" dan kemudian kita dapat menjadi percaya kepada-Nya dengan sepenuh hati.

Kita tidak menjadi percaya untuk menjadi diselamatkan, pada dasarnya kita tidak dapat percaya dengan sepenuh hati jika belum diberikan anugrah hati yang baru. Jadi kita percaya karena Kristus-lah yang telah menyelamatkan kita terlebuh dahulu. Sampai Tuhan memberikan kita hati yang baru, kita tidak dapat percaya kepada-Nya dengan sepenuh hati. Hal itu tidaklah mungkin karena hati kita sangat jahat, dan kita masih berada di dalam pemberontakan melawan Tuhan.

Kitab 1 Yohanes 2:3-6 berbicara tentang keselamatan yang sejati demikian:

"Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada Kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."


"... Fear God, and give glory to Him; for the hour of His judgment is come ..." (Revelation 14:7)




Rabu, 23 Februari 2011

ANAK DURHAKARata Tengah

"Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri." (Matius 24:36)


Di dalam ayat ini Tuhan Yesus tidak sedang berkata bahwa Ia tidak mengetahui saat dari Hari Penghakiman. Di dalam bahasa asli Alkitab tidak ada huruf besar yang digunakan, jadi ketika Tuhan berbicara tentang sang "Anak" disini, Ia bukan sedang menunjuk kepada Tuhan Yesus. Kita harus selalu ingat bahwa Yesus adalah Allah Yang Kekal. Dengan demikian, jika Allah Bapa mengetahui saatnya, maka Kristus juga mengetahui, karena Kristus adalah Allah Bapa Yang Kekal.

Yesus berkata dalam kitab Yohanes 10:30:

"Aku dan Bapa adalah satu."

Dan dalam kitab Yohanes 14:9b Yesus berkata:

"Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami."

Kristus tidak pernah berhenti sebagai Allah Yang Kekal. Jadi kata "anak" yang ada dalam Matius 24:36 adalah sebuah referensi yang mungkin menunjuk kepada jemaat-jemaat Perjanjian Baru atau bisa juga menunjuk kepada Iblis. Berdasarkan konteksnya atau dimana kata yang sama digunakan, itu dapat menunjuk kepada jemaat-jemaat gereja atau kepada Iblis.

Selama masa kerja gereja berlangsung, adalah benar bahwa jemaat-jemaat organisasi gereja tidak dapat mengetahui tanggal dari peristiwa kedatangan Kristus kembali. Tetapi Alkitab juga mengajarkan dalam Markus pasal 13 dan Matius 24 dan banyak ayat-ayat lainnya bahwa Masa Siksaan Yang Dahsyat akan datang. Dan ketika Masa Siksaan Yang Dahsyat itu dimulai, penghakiman Tuhan akan jatuh menimpa organisasi gereja-gereja Perjanjian Baru. Dan Alkitab mengajarkan bahwa selama masa tersebut berlangsung Roh Kudus tidak lagi berada di dalam gereja-gereja karena Iblis akan ditempatkan untuk duduk memerintah disana. Kita membaca dalam kitab 2 Tesalonika 2:3 demikian:

"Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka [yaitu Anak Durhaka], yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk [yaitu memerintah] di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah."

** Harap diperhatikan bahwa dalam bahasa aslinya ayat ini berkata "anak durhaka" bukan manusia durhaka.

Itu berarti bahwa di akhir zaman, Iblis akan ditempatkan untuk duduk memerintah di dalam organisasi gereja-gereja, dimana selama masa kerja gereja mereka merupakan perwakilan external dari Kerajaan Allah. Itulah sebabnya mengapa gereja-gereja disebut sebagai "Bait Allah". Oleh sebab itu, kata "Anak" yang ada dalam kitab Markus 13:32 menunjuk kepada "anak durhaka", dan itu adalah si Iblis.

Kemudian dalam kitab Yohanes 19:26-27 kita membaca demikian:

"Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya."

Peristiwa ini terjadi ketika Yesus sedang tergantung di atas kayu salib. Sesaat sebelum Ia mati, Ia melihat Maria, ibu-Nya, dan murid-murid yang dikasihi-Nya. Kemudian Yesus memerintahkan kepada para murid untuk memperhatikan ibu-Nya setelah Ia pergi.

Kita telah belajar lama lalu bahwa seluruh Alkitab terdiri dari perumpamaan-perumpamaan (Matius 13:34, Markus 4:11). Akan tetapi, kita harus mencari di dalam Firman Tuhan, membandingkan ayat yang satu dengan ayat yang lain, untuk mengerti arti rohani dari ayat yang manapun juga. Dan ketika kita memeriksa kisah ini, kita menemukan bahwa Maria, seorang perempuan Yahudi, melambangkan "bangsa Israel kuno". Sedangkan murid-murid yang disebut sebagai "anak" dalam ayat ini, melambangkan "jemaat Perjanjian Baru", karena Tuhan menggunakan mereka untuk membangun gereja-gereja Perjanjian Baru.

Dan Yesus menyatakan kepada Maria dan para murid untuk memulai hubungan baru sebagai ibu dan anak. Bangsa Israel kuno telah diberikan tugas untuk bertanggung-jawab atas Firman Tuhan selama masa Perjanjian Lama, akan tetapi pada saat itu Tuhan sedang melakukan transfer tanggung-jawab tersebut kepada jemaat-jemaat Perjanjian Baru. Dan Tuhan memberikan instruksi kepada mereka untuk memperlakukan satu sama lain dengan baik dan penuh hormat. Orang-orang Israel harus melihat mereka-mereka yang berada di dalam gereja-gereja sebagai keturunan rohani mereka, sama seperti seorang anak. Dan jemaat-jemaat harus berterima-kasih untuk apa yang telah bangsa Israel perbuat bagi mereka dan menghormati mereka, seperti halnya seorang ibu.

Kita telah mengerti bahwa sang "anak" yang ada dalam Markus 13:32 tidak mungkin menunjuk kepada Kristus. Tuhan Yesus mengetahui segala sesuatu karena Ia adalah Allah. Dan ayat tersebut menunjukkan bahwa Bapa mengetahui saat kedatangan Yesus kembali, dan Yesus berkata dengan sangat gamblang bahwa: "Aku dan Bapa adalah satu".

Ketika kita memeriksa ayat-ayat ini dengan lebih berhati-hati, kita menemukan bahwa dua kata Yunani asli yang diterjemahkan sebagai "anak" di dalam Markus 13:32 dan Yohanes 19:26 adalah kata yang identik. Oleh karena itu, Alkitab menyediakan dua kemungkinan pengertian dari identitas sang anak yang tidak mengetahui saat kembalinya Kristus. Kita telah sebelumnya mengerti bahwa itu dapat menunjuk kepada Iblis, yang disebut sebagai "anak durhaka" (manusia durhaka -- 2 Tesalonika 2:3). Iblis tidak mengetahui kapan Kristus merencanakan untuk datang kembali ketika Yesus membuat pernyataan tersebut.

Dan sekarang kita juga mengetahui bahwa sang "anak" ini bisa juga menunjuk kepada orang-orang yang berada di dalam jemaat-jemaat. Tuhan mengkonfirmasi hal ini dengan menggunakan kata Yunani yang sama untuk ungkapan "anak" dalam Yohanes 19:26 untuk secara rohani menunjuk kepada mereka-mereka yang berada di dalam organisasi gereja-gereja Perjanjian Baru.

Orang-orang yang berada didalam jemaat-jemaat telah diajarkan bahwa mereka tidak dapat mengetahui kapan Kristus akan datang kembali untuk yang kedua kalinya, bagi mereka Kristus akan datang seperti seorang pencuri pada waktu malam. Akan tetapi, orang-orang percaya yang sejati mengetahui dengan pasti dari Alkitab bahwa saat Pengangkatan dan Hari Penghakiman akan dimulai pada tanggal 21 Mei tahun 2011.

Kitab 1 Tesalonika 5:4-9 menjelaskan kepada kita demikian:

"Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga Hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka [yaitu lolos dari Hari Penghakiman], tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita"


"Declaring the end from the beginning, and from ancient times the things that are not yet done, saying, My counsel shall stand, and I will do all my pleasure" (Isaiah 46:10)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.





BERJAGA-JAGA
Di dalam Alkitab ungkapan "berjaga-jaga" berarti bahwa kita harus mempelajari Firman Tuhan dengan sangat rajin dan berhati-hati, terutama di hari kita sekarang ini, karena di akhir zaman [yaitu di hari kita sekarang ini] Tuhan akan membuka banyak kebenaran-kebenaran baru tentang "waktu dan penghakiman" yang tadinya disembunyikan/dimeterai di dalam Alkitab (lihat Daniel 12:4-10).

Dalam kitab Pengkhotbah 8:5 Tuhan berjanji demikian:

"Siapa yang mematuhi perintah tidak akan mengalami perkara yang mencelakakan [yaitu lolos dari hari penghakiman], dan hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan [yaitu mengetahui baik tentang waktu maupun pengadilan - KJV]"

Dan kitab Wahyu 3:3b dengan cukup jelas berkata demikian:

"Karena jikalau engkau TIDAK berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu."

Masalahnya utamanya adalah otoritas Alkitab, apakah kita benar-benar percaya kepada seluruh Alkitab dengan sepenuh hati atau kita juga mempercayai hal-hal lainnya, seperti doktrin-doktrin denominasi gereja kita, yang akan mempengaruhi kepercayaan kita. Akan tetapi, Kebenaran hanya dapat ditemukan di dalam Alkitab saja dan keseluruhannya, dan Alkitab mencatat banyak nubuat tentang Hari Penghakiman dan akhir zaman di seluruh Alkitab.

Ingatlah Tuhan tidak menulis angka-angka di dalam Alkitab secara kebetulan, semua angka-angka tersebut adalah Firman Tuhan yang memiliki maksud tertentu sama seperti pernyataan-pernyataan yang lainnya. Pelajarilah konteks dari kitab 1 Tesalonika pasal 5, dan 2 Petrus 3 tentang akhir zaman dengan sangat berhati-hati.

Dalam kitab 2 Petrus 3:2-7 kita membaca demikian:

"supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu. Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan." Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh Firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. Tetapi oleh Firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik."

Dan kitab 1 Tesalonika 5, ayat 4-9 memperingatkan demikian:

"Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga Hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka [yaitu lolos dari hari penghakiman], tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita"

Orang-orang percaya yang sejati akan diangkat ke atas awan-awan (rapture) pada tanggal 21 Mei 2011, sehingga mereka tidak akan mengalami Hari Penghakiman yang sangat mengerikan yang akan berlangsung di muka bumi ini selama 5 bulan. Kitab Yeremia 25:31-33 menubuatkan tentang Hari itu demikian:

"Deru perang akan sampai ke ujung bumi, sebab TUHAN mempunyai pengaduan terhadap bangsa-bangsa; Ia akan berperkara dengan segala makhluk: Orang-orang fasik akan diserahkan-Nya kepada pedang [=firman], demikianlah Firman TUHAN. Beginilah Firman TUHAN semesta alam: Sesungguhnya, malapetaka akan menjalar dari bangsa ke bangsa, suatu badai besar akan berkecamuk dari ujung-ujung bumi. Maka pada hari itu akan bergelimpangan orang-orang yang mati terbunuh oleh TUHAN dari ujung bumi SAMPAI ke ujung bumi. Mereka tidak akan diratapi, tidak akan dikumpulkan dan tidak akan dikuburkan; mereka akan menjadi pupuk di ladang [yaitu kotoran binatang di muka bumi - KJV].

Itu akan menjadi suatu periode masa yang sangat mengerikan jauh di luar apa yang dapat kita bayangkan (lihat Matius 13:41-43, Yeremia 8:1-2, Yesaya 66:24).

Dalam kitab Matius 13:41-43 kita membaca demikian:

"Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan DARI dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi [yaitu mereka marah kepada Tuhan]. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"


"Declaring the end from the beginning, and from ancient times the things that are not yet done, saying, My counsel shall stand, and I will do all my pleasure"
(Isaiah 46:10)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.



Kamis, 30 Desember 2010

Mengapa orang-orang yg masih berada dalam organisasi gereja-gereja sampai tanggal 21 Mei 2011 akan dihancurkan pada hari Penghakiman?

Apakah semata-mata hanya karena ketidaktahuan akan datangnya hari Penghakiman pada tanggal 21 Mei 2011?

Meskipun orang-orang yg berkecimpung dalam organisasi gereja2 telah berusaha seumur hidup mereka untuk mengabarkan Injil Kristus dan jadi berkat buat orang lain?

Apakah tandanya komunitas orang-orang percaya sudah benar2 ditinggalkan oleh Roh Kudus?


Ada banyak sekali ayat-ayat Alkitab baik di dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru yang menyatakan bahwa masa kerja organisasi gereja sudah berakhir, seperti misalnya dalam kitab Matius 24:2 Yesus berkata tentang Bait Allah demikian:

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan"

Batu yang dimaksud menunjuk kepada "orang-orang percaya yang sejati" seperti yang kita baca dalam kitab 1 Petrus 2:5:

"Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah."

Harap diperhatikan bahwa gereja atau "rumah kekal" yang dimaksud Alkitab yang tidak dapat dikalahkan oleh alam maut juga menunjuk kepada suatu "rumah rohani" bukan suatu organisasi macam apapun. Tuhan menyelamatkan secara individu bukan kelompok. Jadi pada saat yang telah Allah tentukan akan terjadi bahwa "tidak ada satu batupun yang akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain", yaitu organisasi gereja-gereja seluruhnya akan diserahkan kepada Iblis untuk duduk memerintah disana sama seperti yang terjadi pada sinanoga-sinanoga umat Yahudi (Matius 24, Markus 13, 2 Tesalonika 2, Wahyu 13).

Apa yang terjadi sekarang adalah sama seperti yang terjadi ketika Yesus datang ke bumi, kisah-kisah tentang Yesus dan para murid yang dicatat di dalam Alkitab adalah perumpamaan yang sangat besar tentang akhir zaman. Dan ini adalah saatnya bagi kita untuk benar-benar mempelajari Alkitab dengan lebih giat lagi karena Allah sedang membuka informasi-informasi yang sebelumnya disembunyikan di dalam Alkitab.

Sedangkan "tanda" yang paling besar bahwa Allah Roh Kudus sudah meninggalkan jemaat-jemaat adalah meningkatnya injil-injil palsu yang mengajarkan "mujizat-mujizat yang mengherankan" (penyembuhan badani, jatuh kebelakang secara ajaib, berbicara dalam bahasa-bahasa yang tidak diketahui, dll).

Kitab Matius 24:24 bernubuat tentang akhir zaman demikian:

"Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga."

Dalam kitab 2 Tesalonika 2:7-12 Tuhan menjelaskan demikian:

"Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan [yaitu Allah Roh Kudus]. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali [pada akhir dunia]. Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi Kebenaran [yaitu Firman Tuhan] yang dapat menyelamatkan mereka. Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan Kebenaran dan yang suka kejahatan."

Dan Wahyu 13:7-9 berkata demikian:

"Dan ia [yaitu binatang atau Iblis] diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba yang telah disembelih [pre-destinasi not freewill]. Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"


Kemudian tentang akhir zaman, Tuhan telah mengangkat orang-orang percaya sejati sebagai para "penjaga" (watchman), mereka adalah satu-satunya yang dapat mengerti tentang "waktu dan penghakiman" Tuhan pada akhir zaman (Pengkhotbah 8:5), jadi mereka harus meniup sangkakala untuk memperingatkan orang-orang yang lain. Dalam kitab Yehezkiel 3:17-19 kita membaca:

"Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi Penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! --dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu dan ia tidak berbalik dari kejahatannya dan dari hidupnya yang jahat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu."

Ini bukanlah suatu pilihan, kita tidak boleh melalaikan tugas yang sangat penting ini.


"For the time is come for judgment to begin at the house of God: and if it begin first at us, what shall be the end of them that obey not the gospel of God?" (1 Peter 4:17)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.







TAK SEORANGPUN YANG TAHU HARI ATAU JAMNYA?

Tak seorangpun kecuali Allah yang mengetahui saat dari akhir dunia. Bagaimana mungkin seseorang berani mengajarkan bahwa peristiwa Pengangkatan dan Hari Penghakiman akan terjadi pada tanggal 21 Mei 2011? Bukankah Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa tak seorangpun tahu hari atau jam dari peristiwa kedatangan Kristus kembali? AKAN TETAPI SESUNGGUHNYA ALKITAB MENGAJARKAN SAAT DARI PERISTIWA KEDATANGAN KRISTUS.

Alkitab menjelaskan mengapa Alkitab mengajarkan hal itu. Dalam kitab Kisah Para Rasul 1:7-8, ketika gereja Perjanjian Baru mulai berkembang, Yesus mengajarkan kepada para murid:

Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Dari ayat-ayat ini kita mempelajari bahwa selama masa kerja gereja akan muncul suatu rasa ingin tahu yang besar mengenai saat dari akhir dunia, namun orang-orang yang percaya tidak boleh terlalu memikirkan hal ini. Mereka harus berkonsentrasi dan menfokuskan segenap perhatian mereka pada tugas untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia.

Oleh karena itu, tidak peduli betapapun pintarnya atau terpelajarnya seorang ahli teologi atau seorang murid Alkitab atau betapa rajinnya mereka mempelajari Alkitab atau betapa setianya mereka melayani Kristus, adalah tidak mungkin bagi mereka untuk mempelajari dari Alkitab mengenai jadwal waktu dari akhir dunia. Siapapun yang mengaku bahwa ia mengetahui saat dari akhir dunia, ia selalu salah.

Walaupun begitu ada suatu pernyataan yang sangat mengejutkan di dalam Alkitab, dan pernyataan itu dicatat dalam kitab Pengkhotbah 8:5. Dalam ayat itu Allah berkata demikian:

Siapa yang mematuhi perintah tidak akan mengalami perkara yang mencelakakan, dan hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan [terjemahan yang lebih baik adalah: akan mengetahui baik mengenai waktu maupun penghakiman]

Di dalam Alkitab seorang yang berhikmat menunjuk kepada seorang percaya yang sejati, yaitu kepada siapa Allah memberikan anugrah kepercayaan yang penuh atas otoritas dari Alkitab. Dan orang-orang percaya yang sejati sudah ada sejak awal waktu. Namun jadwal waktu sejarah yang ada di dalam Alkitab tidak pernah diungkapkan kepada orang-orang percaya yang sejati. Seperti misalnya, selama sebagian besar dari masa kerja gereja pada umumnya mereka percaya bahwa peristiwa Penciptaan terjadi pada tahun 4004 Sebelum Masehi.

Akan tetapi, kira-kira 35 tahun yang lalu, Allah mulai untuk membuka pemahaman orang-orang percaya yang sejati tentang jadwal waktu sejarah. Demikianlah kita menemukan Alkitab mengajarkan bahwa ketika peristiwa-peristiwa yang terjadi dimasa yang lalu dikoordinasikan dengan kalender modern kita, kita dapat mempelajari tanggal-tanggal dalam sejarah seperti peristiwa Penciptaan (11.013 SM), air bah pada zaman Nuh (4990 SM), keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir (1447 SM), dan peristiwa kematian Salomo (931 SM)*

Akan tetapi, sampai beberapa tahun belakangan ini, pengetahuan yang akurat tentang seluruh jadwal waktu sejarah tidak diungkapkan kepada orang-orang percaya oleh Allah dari Alkitab. Dan jadwal waktu ini terus berlanjut sampai akhir waktu. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini Allah telah mengungkapkan banyak kebenaran-kebenaran penting, yang benar-benar tersembunyi di dalam Alkitab sampai saat ini, ketika kita sudah berada sangat dekat dengan akhir dunia. Bagaimana mungkin hal ini terjadi?

Ini terjadi karena hal ini telah dinubuatkan dengan jelas di dalam Alkitab. Alkitab adalah Firman Yang Hidup yang membutuhkan Roh Kudus untuk membuka pemahaman rohani dari orang-orang yang membaca atau mendengarkan kata-kata dari Kitab Suci. Oleh sebab itu, karena Allah berencana untuk tidak membuka pemahaman siapapun tentang banyak kebenaran Alkitab sampai kita sudah berada sangat dekat dengan akhir zaman, hanya pada waktu sekarang inilah kebenaran-kebenaran Alkitab yang sangat penting dapat dipahami. Dan Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa hal ini akan terjadi.


KITAB YANG DIMETERAI
Di dalam kitab Daniel, Allah berbicara banyak tentang peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan akhir zaman. Sebagian dari hal-hal ini dapat dipahami oleh Daniel, dan karena ini merupakan informasi yang begitu buruk, Daniel mengalami penderitaan yang berat. Seperti misalnya, kita membaca dalam kitab Daniel 8:27 demikian:

Maka aku, Daniel, lelah dan jatuh sakit beberapa hari lamanya; kemudian bangunlah aku dan melakukan pula urusan raja. Dan aku tercengang-cengang tentang penglihatan itu, tetapi tidak memahaminya.

Tetapi kemudian Allah mengatakan kepada Daniel dalam kitab Daniel 12:4 dan 9 demikian:

Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah."..... Tetapi ia menjawab: "Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman."

Dengan kata lain, Allah sedang memberitahukan kepada kita bahwa ada informasi yang sangat penting tentang akhir zaman yang telah dicatat di dalam Alkitab (atau "Kitab itu"), tetapi hal itu tidak akan diungkapkan oleh Allah sampai kita sudah berada sangat dekat dengan akhirnya.

Dalam kitab Wahyu 22:18-19 kita membaca:

Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."

Ayat-ayat ini secara mutlak meyakinkan kita bahwa setelah Alkitab selesai ditulis kira-kira pada tahun 95 Masehi, tidak pernah ada satu katapun yang ditambahkan ke dalam Alkitab. Oleh karena itu, informasi apapun tentang akhir zaman yang pernah diberikan kepada Daniel, tetapi tidak dapat dipahami sampai menjelang akhir zaman, pasti telah dimasukkan ke dalam Alkitab sebelum Alkitab selesai ditulis. Akan tetapi Allah telah menuliskannya sedemikian rupa sehingga hal itu hanya dapat dipahami ketika dunia sudah hampir tiba pada akhirnya. Ingatlah, pemahaman yang benar hanya datang dari Tuhan Yesus Kristus, seperti yang kita baca dalam kitab Lukas 24:45: "Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci."

Hal ini menjelaskan mengapa Alkitab ditulis dalam gaya bahasa yang sangat kompleks dan sulit untuk dipahami. Inilah salah satu alasannya mengapa Kristus berbicara dalam perumpamaan-perumpamaan, seperti yang kita baca dalam kitab Markus 4:34: "dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka."

KITAB ITU DIBUKA
Tetapi kemudian kita membaca dalam kitab Wahyu 5:1-9 demikian:

Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai. Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?" Tetapi tidak ada seorang pun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya. Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorang pun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya. Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu. Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus. Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.

Ayat-ayat ini mengajarkan bahwa ada sebuah kitab yang dimeterai dan telah dibuka oleh Kristus sendiri. Dan satu-satunya kitab yang ada dalam pandangan ialah kitab yang disebutkan dalam Daniel pasal 12.

Kitab ini dimeterai dengan tujuh meterai. Oleh karena itu, supaya seluruh informasi yang ada tertulis di dalam kitab itu tersedia untuk dipahami, semua tujuh meterai itu harus dibuka. Dan sesungguhnya kitab Wahyu 8:1 menyatakan tentang pembukaan dari meterai yang ke-tujuh:

Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.

KAPAN TERJADI KEHENINGAN DI DALAM SURGA?
Beberapa tahun yang lalu kita telah mempelajari bahwa keheningan di dalam surga selama setengah jam itu menunjuk kepada 2.300 hari, yang merupakan bagian yang pertama dari periode 23 tahun (yaitu tepat 8.400 hari) dari Masa Kesusahan Yang Besar atau Masa Siksaan Yang Dahsyat. Periode ini dimulai pada tanggal 21 Mei 1988. Adalah selama 2.300 hari itulah, baik di dalam organisasi gereja-gereja maupun di seluruh dunia, hanya ada sangat sedikit, jika ada orang-orang yang diselamatkan. Kitab Wahyu 8:1 melaporkan bahwa ada keheningan di dalam Surga. Inilah situasi yang terjadi dimulai pada tanggal 21 Mei 1988, karena sorak-sorai atau sukacita di dalam Surga terjadi ketika ada orang berdosa yang bertobat. Dalam kitab Lukas 15:4-32 Alkitab melaporkan sukacita ini di dalam Surga, yaitu sukacita yang bukan keheningan.

Kita telah mempelajari bahwa tanggal 21 Mei 1988 adalah hari yang terakhir dari masa kerja organisasi gereja-gereja dan juga merupakan hari yang pertama dari periode 23 tahun dari Masa Kesusahan Yang Besar atau masa siksaan rohani yang dahsyat, dimana selama masa itu Iblis digunakan oleh Allah untuk memerintah secara resmi di dalam seluruh organisasi gereja-gereja dan di seluruh dunia (2 Tesalonika 2). Pada bagian yang pertama dari 2.300 hari dari periode 8.400 hari ini, Roh Kudus telah disingkirkan dari semua organisasi gereja-gereja dan seluruh dunia. Dan hal ini mendatangkan keheningan di Surga. Situasi yang menyedihkan ini akan terus berlangsung di dalam gereja-gereja sampai akhir dari periode 23 tahun dari Masa Kesusahan Yang Besar. Akan tetapi, 2.300 hari setelah tanggal 21 Mei 1988 (akhir dari masa kerja gereja), Roh Kudus sekali lagi dicurahkan, dan menghasilkan apa yang Alkitab sebut sebagai "hujan akhir" (atau "hujan akhir musim") di seluruh dunia, tetapi tidak terjadi di dalam organisasi gereja-gereja manapun (Zakharia 10:1; Yakobus 5:7). Dan Allah memulai masa panen besar dari keselamatan, yang mendatangkan sukacita di dalam Surga. Tetapi keselamatan ini tidak terjadi di dalam organisasi gereja-gereja manapun, namun akan terus berlangsung di luar lingkungan gereja-gereja sampai akhir dari Masa Kesusahan Yang Besar, pada tanggal 21 Mei 2011.

Karena pada awal dari Masa Kesusahan Yang Besar (21 Mei 1988), Kristus membuka meterai yang ke-tujuh sebagai meterai yang terakhir dari "kitab itu", yang diperintahkan kepada Daniel untuk memeteraikannya, sekarang kita dapat mengerti mengapa dalam beberapa tahun belakangan ini Allah telah mengungkapkan kepada kita begitu banyak kebenaran-kebenaran yang baru dari Alkitab. Dan ini termasuk saat yang tepat dari akhir dunia dan banyak rincian tentang rencana Penghakiman Allah. Ungkapan "saat" adalah sinonim dengan "jam". Dan penghakiman menunjuk kepada Hari Penghakiman, yang seringkali disebut sebagai "Hari Tuhan" (Hari itu). Demikianlah, untuk mengetahui "waktu dan penghakiman" seperti yang dinubuatkan dalam kitab Pengkhotbah 8:5 adalah untuk mengetahui "hari" dan "saatnya". Hal ini sesuai secara sempurna dengan kasih dan belas kasihan Allah untuk seluruh dunia. Ingatlah, Allah memberikan kepada Nuh informasi yang tepat sehingga ia dapat memperingatkan dunia tentang penghancuran yang akan segera terjadi. Dan dengan cara yang sama, Allah memerintahkan Yunus untuk memperingatkan penduduk dari kota Niniwe hari yang tepat kapan Allah berencana untuk menghancurkan mereka. Demikian juga, dalam kasih dan belas kasihan-Nya, Allah telah memberikan kepada orang-orang percaya yang sejati di zaman ini, saat yang tepat dari peristiwa Pengangkatan, yang juga merupakan hari yang pertama dari Hari Penghakiman, supaya mereka dapat memperingatkan dunia. Betapa baiknya, betapa murah hatinya, dan betapa besarnya kasih Allah itu. Indahnya, Allah masih menyelamatkan kumpulan besar orang banyak pada hari sekarang ini (Wahyu 7:9-14), bahkan sama seperti ketika Ia menyelamatkan warga dari kota Niniwe pada zaman Yunus (Matius 12:41).

PERINGATAN KHIDMAT KEPADA ORANG-ORANG YANG BERADA DI DALAM ORGANISASI GEREJA-GEREJA
Pengetahuan tentang saat yang sesungguhnya dari peristiwa Pengangkatan dan pemahaman tentang Hari Penghakiman adalah hal yang sangat penting. Allah memperingatkan dalam kitab 1 Tesalonika 5:2-3 tentang Hari Penghakiman yang akan datang untuk menghancurkan orang-orang yang menyangkal bahwa menjelang akhir zaman orang-orang percaya yang sejati akan mengetahui saat dari kedatangan Kristus kembali, untuk mengangkat orang-orang percaya yang sejati masuk ke dalam Surga (rapture), dan memulai Hari Penghakiman (Hari Tuhan, atau Hari itu). Dalam ayat itu Allah berkata kepada kita demikian:

Karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman --maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin-- mereka pasti tidak akan luput.

Dalam kitab Wahyu 16:15 Kristus sendiri mengajarkan bahwa Ia akan datang seperti seorang pencuri (lihat juga Wahyu 3:3). Tetapi adalah jelas bahwa Kristus bukan seorang pencuri, Ia adalah Allah Yang Maha Kudus. Namun Ia dan Hari Penghakiman akan datang bagaikan seorang pencuri. Dan dalam kitab Yohanes 10:10 Allah menjelaskan apa yang dilakukan oleh seorang pencuri ketika ia datang: Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan."

Demikianlah ketika Kristus datang bersama Hari Penghakiman, Ia akan datang untuk mengambil kehidupan mereka, dan menghancurkan mereka untuk siapa Ia datang seperti seorang pencuri.

PENCURI DATANG DI WAKTU MALAM
Kristus dan Hari Penghakiman akan datang di waktu malam. Dalam kitab 1 Tesalonika 5:3 Kristus memberitahukan kepada kita, "Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman -- maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan." Karena kebinasaan datang menimpa orang-orang ini, kita mengetahui dengan pasti bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak diselamatkan. Karena belum diselamatkan, mereka masih berada di dalam kegelapan rohani. Mereka masih berada di dalam pekatnya malam dari kegelapan rohani. Dan Hari Penghakiman akan datang kepada mereka bagaikan "seorang pencuri di waktu malam". Akan tetapi orang-orang ini percaya bahwa mereka berada di dalam kedamaian dengan Allah, dan terlindung di dalam pemeliharaan-Nya. SIAPAKAH ORANG-ORANG INI?

Gaya bahasa dari ayat ini menyatakan dengan jelas bahwa itu adalah semua orang yang berada di dalam dunia, yang pada tanggal 21 Mei 2011 masih beribadah di dalam organisasi gereja-gereja manapun. Karena gereja-gereja mengajarkan banyak hal yang tidak benar menurut ajaran Alkitab, termasuk rencana keselamatan yang bertentangan dengan Alkitab, dan kenyataan bahwa Roh Kudus telah meninggalkan semua organisasi gereja-gereja, maka orang-orang yang masih mengikuti gereja manapun pada tanggal 21 Mei 2011 mereka masih belum diselamatkan. Walaupun demikian gereja-gereja mengajarkan anggota-anggotanya bahwa:

1. Sebagai anggota dari gereja dan telah membuat pengakuan iman, mereka berada aman di dalam pemeliharaan Kristus.

2. Tidak ada seorangpun yang mengetahui hari atau saat dari peristiwa kedatangan Kristus. Oleh karena itu, mereka merasa yakin bahwa Kristus akan datang seperti seorang pencuri di waktu malam.

Orang-orang yang terkasih ini sama sekali tidak menyadari bahwa mereka sendiri berada di dalam malam dari kegelapan rohani, suatu kondisi yang menjamin bahwa ketika Kristus datang, mereka sendiri akan dihancurkan selama Hari Penghakiman. Betapa mengerikannya hal itu! Hanya orang-orang percaya yang sejati yang mengetahui saat dan banyak rincian tentang Hari Penghakiman (Hari Tuhan). Mereka tidak berada dalam kelamnya kegelapan malam rohani.

INGATLAH, Allah adalah Allah yang sangat berbelas kasihan dan penuh kasih. Masih ada harapan bagi siapapun yang mau dengan rendah hati berseru, menangis, memohon dan mencari Allah sehingga, mungkin, mereka juga dapat diselamatkan.

• Lihatlah buku Adam Kapan, yang pertama diterbitkan pada tahun 1974. Buku dalam bahasa Inggris dapat diperoleh secara cuma-cuma dengan menghubungi Family Radio, Oakland, CA, 94621 USA, atau dengan melihat pada alamat internet kami: www.familyradio.com

Untuk mempelajari lebih banyak tentang rincian dari akhir zaman, anda diundang untuk menulis surat kepada Family Radio, Oakland, CA, 94621 USA untuk meminta buku-buku gratis, atau membacanya pada alamat internet kami: www.familyradio.com

Judul Buklet:
Kita Sudah Hampir Tiba!
Kemuliaan Hanya bagi Allah!
Saya Harap Allah Akan Menyelamatkan Saya

Traktat:
Hari Penghakiman: 21 Mei 2011
Tak Seorangpun Tahu Hari Atau Jamnya

Jika anda memiliki pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang baru saja anda baca atau jika anda ingin mengetahui frequency dan jadwal dari siaran kami yang dapat didengar di seluruh dunia, tulislah surat kepada kami dengan alamat:

FAMILY RADIO
Oakland, CA, 94621
USA

Alamat internet kami: www.familyradio.com
Email: international@familyradio.com

Family Radio menyiarkan lebih dari 50 bahasa ke seluruh dunia.

Family Radio adalah ministry radio Kristen yang tidak berhubungan dengan organisasi gereja manapun.

Betlehem, Kota Kecil Yang Istimewa

Tanyakan kepada siapa saja yang merayakan Natal, “Dimana bayi Kristus dilahirkan?” maka Anda akan mendapatkan jawaban pasti, Betlehem. Lagu Natal seperti “O Little Town of Betlehem” begitu terkenal dan dikenang.

Namun apa yang membuat Betlehem, sebuah kota kecil dan berdebu begitu penting sehingga dipilih untuk momen istimewa itu? Dalam bahasa Ibrani, Betlehem artinya “Rumah Roti.” Telah dinubuatkan bahwa Mesias, “Roti yang dikirim dari sorga untuk memberi makan jiwa manusia,” akan dilahirkan dari keturunan Raja Daud. Dia juga akan lahir di kota yang sama dimana Daud memerintah atas Israel, Dia lahir di Betlehem!

Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. ~ Mikha 5:2

Domba-domba mengembik di padang rumput Betlehem. Migdal Eder, atau menara pengintai The Tower of the Flock adalah tempat dimana domba-domba untuk korban bakaran dilahirkan dan dibesarkan. Setiap domba jantan sulung dari daerah Betlehem telah dikuduskan dan dipisahkan untuk di korbankan di Yerusalem. Generasi demi generasi gembala berdiam di bukit suci itu. Mereka adalah kelompok yang terbiasa dengan udara dingin dan tinggal sendirian di padang rumput. Sebagai pelindung para domba, mereka siap mengorbankan nyawanya untuk menjaga kawanan ternaknya dari serangan binatang buas.. atau tersesat dan terjatuh di tebing batu.

Setelah memberikan hidup mereka bagi kawanan ternaknya, para gembala akan memisahkan domba-dombanya, memilih hanya domba jantan yang sulung yang tanpa cacat untuk dibawa ke Yerusalem. Disana, domba itu akan dijual kepada mereka yang akan melakukan korban penebusan dosa. Di gunung yang sama dimana Abraham akan mempersembahkan anaknya kepada Tuhan, domba itu akan dicurahkan darahnya dan mati sebagai korban penebusan. Siklus ini terjadi tanpa akhir.

Tetapi ketika Kristus datang kedunia ini, semua itu berubah:

Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki--tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku--.Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku." ~ Ibrani 10:5-7

Yohanes Pembabtis menyatakan bahwa Yesus bukan hanya “Anak Allah” (Yohanes 1:34), tetapi juga “Domba Allah” (Yohanes 1:36).

Domba sulung Allah telah mengobankan nyawa-Nya sebagai ganti atas dosa seluruh umat manusia – satu pengorbanan yang sempurna yang hanya satu kali, dan dilakukan oleh Allah Bapa sendiri.

Dimana lagi “..Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” akan lahir jika bukan di Betlehem, ditengah-tengah kawanan domba yang telah dikuduskan.

Tetapi bagaimana Domba Allah itu tiba adalah sebuah misteri yang harus dipecahkan. Telah bertahun-tahun dinantikan kedatangan seorang Mesias yang akan membalas semua kejahatan dunia.

Bertahun-tahun menantikan runtuhnya penguasa yang lalim… dan menantikan Dia yang akan menjadi Raja selamanya. Selama bertahun-tahun menanti itu.. tidak seorangpun melihat titik terang.

Dan ketika Mesias itu telah datang, siapa di Israel yang tahu? Hanya segelintir orang yang menyadari keajaiban-Nya, dan sebagian besar dari mereka adalah orang biasa – para gembala yang sederhana dari Betleham.

Mengapa Mesias memilih tempat itu, dan mengapa para gembala yang pertama menyambut-Nya? Bahkan hal ini sudah masuk dalam rencana-Nya yang kekal.

Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekorpun, demikianlah firman TUHAN. Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. ~ Yeremia 23:4-5.

Raja segala raja telah datang ke kota kecil Betlehem, Kota Daud, kota para gembala. Tempat di mana domba untuk persembahan di lahirkan dan dibesarkan. Dia diletakkan di sebuah palungan. Dia adalah Yesus Kristus, sang Mesias.



Lahir Dari Seorang Perawan

Lukas 1:26-27
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.

Alkitab mengatakan dalam Yesaya bahwa Tuhan akan memberikan kita tanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. (Yesaya 7:14). Dalam bahasa Ibrani, kata almah dapat diterjemahkan sebagai perempuan muda atau perawan. Namun tidak ada yang aneh jika seorang perempuan muda melahirkan, jadi hal itu bukanlah menjadi sebuah pertanda.

Tetapi di Perjanjian Baru, kata yang digunakan dalam terjemahan Yunani dari almah adalah parthenos, dan ini jelas artinya “seorang perawan.” Tidak ada arti lainnya lagi, selain perawan. Alkitab menuliskan bahwa ada seorang gadis perawan bernama Maria. Malaikat Tuhan mendatanginya dan berkata, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.” (Lukas 1:35). Malaikat itu memberitahu Maria bahwa seorang anak akan terbentuk dalam rahimnya, dan dia akan melahirkan Mesias.

Dengan cara inilah Tuhan menjadi manusia dan menjadi Adam yang kedua. Tuhan menjelmakan diri menjadi manusia yang memiliki darah dan daging – melalui karya Roh Kudus yang dikenal sebagai parthenogenesis – tanpa intervensi reproduksi seorang pria, terbentuklah janin bayi Yesus. Itu sebabnya Yesus disebut Anak Allah. Dia bukanlah anak Yusuf, dan Dia bukan anak dari seorang prajurit Roma. Dia bukan berasal dari ayah jamani. Dia dikandung oleh Roh Kudus. Allah menghadirkan manusia kedua, yang hadir kedunia ini tanpa membawa dosa keturunan dari Adam. Dengan membuat Yesus masuk dalam garis Daud dan Abraham, dan hal ini menggenapi beberapa janji yang Tuhan buat bagi mereka. Jadi, melalui ibu-Nya, Maria, Yesus menerima sifat kemanusiaan-Nya. Belajar dari hal ini, kita dapat melihat bagaimana uniknya pribadi Yesus, dikandung oleh Roh Kudus, tetapi keturunan dan keluarga dari Daud. Amin. ---------------------MERRY CHRISTMAS---------