Entri Populer

Selasa, 20 Oktober 2009


KASIH KARUNIA YANG AGUNG

Supaya kita bisa sampai kepada definisi yang alkitabiah dari ungkapan Kasih Karunia (anugrah), kita harus memeriksa "seluruh" Alkitab dan "hanya" Alkitab saja, -- membandingkan ayat yang satu dengan ayat yang lain yang berbicara tentang hal yang sama di dalam seluruh Alkitab. Hal inilah tepatnya yang dilakukan oleh jemaat yang ada di kota Berea pada zaman dahulu seperti yang kita baca dalam kitab Kisah Para Rasul 17:11 demikian:

"Orang-orang Yahudi di kota itu [di Berea] lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima Firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian."

Ini adalah cara yang Allah beritahukan kepada kita sebagai prinsip untuk mempelajari Alkitab supaya kita dapat tiba pada Kebenaran yang sejati. Dan dalam kitab Roma 4:4 kita membaca demikian:

"Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah [anugrah], tetapi sebagai haknya."

Dan kitab Roma 11:6 menyatakan demikian:

"Tetapi jika hal itu terjadi karena Kasih Karunia [anugrah], maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka Kasih Karunia itu bukan lagi Kasih Karunia."

Dengan memeriksa dua ayat-ayat ini, kita segera menyadari bahwa ada perbedaan yang sangat besar antara "kasih karunia" (anugrah) dan "perbuatan" (pekerjaan) dalam hubungannya dengan keselamatan. Perbuatan adalah suatu usaha yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan suatu macam upah. Seperti misalnya anda memiliki pekerjaan di sebuah perusahaan, jadi anda mengerjakan pekerjaan anda di tempat itu dan kemudian mendapatkan upah atau gaji.

Disisi yang lain, "anugrah" adalah bukan seperti pekerjaan, hal ini 100% merupakan hadiah atau anugrah. Jadi anda mendapatkan sesuatu upah tetapi anda "tidak mengerjakan apa-apa". Dan begitu pentingnya Injil Kasih Karunia (Injil Anugrah) ini sehingga Alkitab menyatakan dalam kitab Kisah Para Rasul 20:24 bahwa rasul Paulus (dan semua umat Kristen) harus memberikan kesaksian tentang "Injil Kasih Karunia Allah". Dalam ayat kita membaca demikian:

"Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah."

Dengan kata lain, tidak ada hal lainnya yang lebih penting di dunia ini daripada Injil Anugrah Allah untuk kesehatan rohani anda dan saya. Nasib kita di dalam kekekalan ditentukan berdasarkan hubungan kita dengan Injil Kasih Karunia ini. Kitab Titus 2:11 memberitahukan kita tujuan ilahi dari Injil Kasih Karunia Allah demikian:

"Karena Kasih Karunia [anugrah] Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata." [yaitu sudah dinyatakan kepada seluruh umat manusia - KJV]

Yang pertama dan terutama dari Kasih Karunia Allah adalah untuk menyelesaikan karya keselamatan -- yaitu untuk menyelamatkan orang-orang yang berdosa dari hukuman yang kekal, demi keagungan dan kemuliaan Allah sendiri. Ingatlah dalam ayat yang sangat penting di kitab Efesus 2:8-9 kita membaca demikian:

"Sebab karena kasih karunia [anugrah] kamu diselamatkan oleh iman; itu [yaitu iman itu] bukan hasil usahamu, tetapi pemberian [anugrah] Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."

Dan kitab 1 Korintus 1:29-31 menambahkan demikian:

"supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi Hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."

Karena Kasih Karunia Allah ini sebenarnya tidak pantas untuk kita dapatkan dan seluruhnya merupakan anugrah dan dapat diberikan kepada siapa saja yang Allah telah pilih sejak sebelum dunia dijadikan (dan kita tidak mengetahui siapa-siapa saja yang telah dipilih oleh Allah), maka anugrah ini tersedia bagi bermacam-macam orang tanpa memandang umur, jenis kelamin, tempat tinggal, kebangsaan, agama, atau status di dalam masyarakat atau klasifikasi apapun juga yang lainnya.

Dalam kitab Kejadian 6:6-8 di Perjanjian Lama kita membaca demikian:

"maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka." Tetapi Nuh mendapat Kasih Karunia [anugrah] di mata TUHAN."

Dan kitab 1 Korintus 1:4 menyatakan demikian:

"Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas Kasih Karunia [anugrah] Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus .... "

Walaupun kalimat ini ditulis oleh rasul Paulus yang digerakkan berdasarkan ilham dari Allah Roh Kudus (2 Petrus 1:21), setiap umat Kristen bersuka-cita di dalam pernyataannya yang ditemukan dalam kitab Efesus 3:8 yang kita baca demikian:

"Kepadaku [yaitu Paulus], yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan Kasih Karunia [anugrah] ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu...."

Dan rasul Paulus juga menjelaskan dalam kitab 1 Korintus 15:9 mengapa ia merasa demikian:

"Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah."

Karena sifat alami manusia yang memberontak terhadap Allah, ayat-ayat ini berlaku bagi semua orang-orang percaya dimana sebelumnya mereka adalah "mati di dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa mereka" sebelum Allah menyelamatkan mereka melalui Kasih Karunia-Nya. Ingatlah bahwa sesungguhnya kitab-kitab Perjanjian Lama juga mencatat dengan cukup jelas Injil Kasih Karunia ini (yaitu seluruh pekerjaan keselamatan hanya dapat dilakukan oleh Allah), seperti yang Allah katakan dalam kitab Yehezkiel 36:24-27 demikian:

"AKU akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu. AKU akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu AKU akan mentahirkan kamu. Kamu akan KUBERIKAN hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan AKU akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan KUBERIKAN kepadamu hati yang taat. Roh-Ku [yaitu Roh Allah atau Roh Kristus atau Roh Kudus] akan KUBERIKAN diam di dalam batinmu dan AKU akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya."

Sedangkan segala perbuatan baik yang kita lakukan sendiri adalah "hasil" dari keselamatan, hal itu tidak pernah menjadi "dasar" atau "penyebab" dari keselamatan, seperti yang kita baca dalam kitab Roma 9:11-13, 16 demikian:

"Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, --supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya-- dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda," seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau ........ Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah."

Lebih jauh kitab Filipi 3:8-9 menekankan bahwa seluruh karya keselamatan merupakan Kasih Karunia atau anugrah atau hadiah dari Allah dalam semua aspek-aspeknya. Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan."

Berbicara tentang semua orang yang telah diselamatkan, Yakub yang berada dibawah ilham dari Allah Roh Kudus, menyadari dan bertindak dengan sangat rendah hati seperti yang kita temukan dalam kitab Kejadian 32:10 dimana ia berkata demikian:

"sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini, sebab aku membawa hanya tongkatku ini waktu aku menyeberangi sungai Yordan ini, tetapi sekarang telah menjadi dua pasukan."

Orang-orang yang telah Allah berikan hadiah keselamatan melalui Kasih Karunia, dalam cara apapun juga, tidak akan memegahkan diri tentang kebaikan dan karunia yang kekal ini, dan mereka juga tidak mau menerima kemegahan, kemuliaan atau pujian untuk hal ini. Kitab 2 Korintus 8:9 menunjukkan Kasih Karunia Allah yang agung yang diberikan kepada para penerima yang tidak pantas untuk menerima anugrah ini demikian:

"Karena kamu telah mengenal Kasih Karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya."

Kita tidak boleh melupakan fakta bahwa orang-orang yang diselamatkan sebelumnya adalah "mati atau buta secara rohani", dan berada di bawah murka Allah karena dosa-dosa mereka dan pantas untuk menderita hukuman kutukan yang kekal, sampai pada saat Allah menyelamatkan mereka melalui "mujizat" kelahiran kembali, seperti yang kita baca dalam kitab Efesus 2:5 dan 7 demikian:

"telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh Kasih Karunia [anugrah] kamu diselamatkan -- ....... supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan Kasih Karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus."

Kita juga mengingat kepada seorang pencuri yang disalib disamping Yesus, yang tidak mampu untuk berbuat apa-apa lagi kecuali memohon kepada Tuhan, dan faktanya ia diselamatkan hanya beberapa jam sebelum kematiannya seperti yang kita baca dalam kitab Lukas 23:43:

"Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Allah berbicara tentang program keselamatan melalui Kasih Karunia-Nya dengan panggilan dan penerimaan ilahi-Nya akan kita -- bukan sebaliknya seperti yang banyak diajarkan secara salah pada hari sekarang ini--. Ada banyak gereja (dan semua agama-agama lain) yang mengajarkan bila anda berbuat ini atau berbuat itu maka hari ini juga anda dapat diselamatkan. Tetapi keselamatan yang sejati dan kekal hanya dapat terjadi menurut jadwal dan kehendak Allah, yaitu ketika Ia memberikan anugrah kebangkitan jiwa yang baru. Hanya ada satu Injil sejati yang mengajarkan bahwa keselamatan jiwa adalah anugrah dan pekerjaan Allah dalam semua aspek-aspeknya, sedangkan semua injil-injil dan agama-agama yang lain mengajarkan hal yang sebaliknya.

Kitab Efesus 1:6-7 menunjukkan sudut pandang Allah dalam masalah ini demikian:

"supaya terpujilah Kasih Karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia [Kristus], yang dikasihi-Nya. Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan Kasih Karunia-Nya..."

Doa saya untuk anda dan untuk saya juga, biarlah kita semua pertama-tama mengenal Kasih Karunia Allah yang sangat agung dan mulia ini.


"Not by works of righteousness which we have done, but according to his mercy he saved us, by the washing of regeneration, and renewing of the Holy Ghost" (Titus 3:5)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.
ALLAH ADALAH KUDUS

Kapan saja kita berbicara mengenai Allah --aspek apa saja mengenai Allah-- kita harus melakukannya dengan rasa hormat yang sangat tinggi, rasa takut, dan kerendahan hati. Bagaimanapun juga Firman Allah berkata bahwa kita hanyalah manusia biasa, --kita adalah seperti ulat, seperti debu dan tanah, kita adalah seperti bunga yang layu, setitik embun, pendeknya, Alkitab memberitahukan bahwa manusia adalah "kesia-siaan".

Kitab Mazmur 39:11 berkata kepada kita demikian:

"Engkau menghajar seseorang dengan hukuman karena kesalahannya, dan menghancurkan keelokannya sama seperti gegat; sesungguhnya, setiap manusia adalah kesia-siaan belaka. Sela"

Dan kitab Yesaya 40:15 berkata demikian:

"Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya."

Jika bangsa-bangsa di dunia ini dalam sudut pandang Allah hanyalah seperti setitik air, atau sebutir debu, bagaimanakah dengan anda dan saya?

Tetapi sebagaimana kita diciptakan dan menjadi manusia yang berdosa yang banyak melanggar perintah-perintah Allah, Allah memberikan kita hak istimewa untuk belajar segala sesuatu tentang diri-Nya melalui Alkitab yang ditulis-Nya melalui nabi-nabi pada zaman dahulu untuk umat manusia (2 Petrus 1:21, Lukas 1:70). Dalam kitab Lukas 1:69-70 kita membaca demikian:

"Ia [yaitu Allah] menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, --seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus--"

Nah, pada kesempatan ini kita mau melihat pada salah satu dari karakter Allah Yang Kekal, yaitu kekudusan-Nya. Dan ketika kita mempelajari hal ini dengan seksama, kita dikejutkan dengan fakta bahwa Allah adalah mahluk yang unik. Dalam kitab Keluaran 15:11 kita menemukan pernyataan ini:

"Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban?"

Seperti yang dinyatakan ayat ini, hanya ada "satu" Allah Yang Benar dan Hidup, yang menciptakan alam semesta, diantara para "allah" yang dihasilkan oleh khayalan manusia. Dan Allah yang Benar dan Hidup ini adalah Kudus, seperti yang akan kita lihat dalam ayat-ayat berikut ini.


NAMA ALLAH ADALAH KUDUS
Pertama-tama mari kita bahas tentang fakta bahwa "Nama Allah adalah Kudus". Sebenarnya Allah memperkenalkan diri-Nya dengan "banyak nama" di dalam Alkitab, dan salah satu diantara nama-Nya ialah "Kudus". Kitab Lukas 1:49 berkata kepada kita demikian:

"karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus"

Ketika kita berbicara tentang "nama" Allah, atau jati diri Allah, sesungguhnya kita sedang menunjuk kepada "sifat-sifat" alami atau "karakter-karakter" dari Allah. Dalam kata lain ini adalah sesuatu yang menggambarkan intisari dari Allah. Kitab Wahyu 4:8 memberikan pernyataan yang sangat dramatis tentang kekudusan yang kekal dari Allah, demikian:

"Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

Dan ide yang sama juga kita temukan dalam pernyataan yang berbeda dalam kitab Markus 1:24 yang berkata demikian:

"Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah"

Kali ini adalah "roh jahat", yaitu Iblis yang berkuasa di dalam diri seseorang yang mengakui bukan saja kekudusan dari Allah Putera, tetapi juga kesadaran bahwa suatu hari nanti Yesus akan tampil sebagai Hakim yang adil dari seluruh alam semesta untuk menghukum orang-orang yang tidak percaya dan menggenapi keselamatan orang-orang pilihan. Kitab 2 Petrus 3:5-7 mencatat demikian:

"Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh Firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. Tetapi oleh Firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik."

Hal berikutnya adalah orang-orang yang percaya menyembah Allah karena Ia adalah "Kudus". Dalam kitab 1 Tawarikh 16:29 di dalam Perjanjian Lama kita membaca demikian:

"Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan."

Apakah anda melihat disini bahwa Allah memperkenalkan kekudusan sebagai "perhiasan" ? Dunia ini mempunyai standar-nya sendiri untuk keindahan atau perhiasan, tetapi kwalifikasi itu tidak termasuk "kekudusan" atau kesempurnaan moral. Dan hanya Allah sendiri yang memiliki kwalitas dari karakter ini, dan hanya Allah sendiri yang dapat memberikan hal ini kepada umat pilihan-Nya. Kitab 1 Petrus 1:14-16 menekankan demikian:

"Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus."

Dan kitab Roma 11:16 menyatakan demikian:

"Jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus."

Oleh sebab itu sangat penting sekali untuk memeriksa darimanakah "akar" kita berasal, jika itu adalah akar yang salah maka seluruh pohon tidak baik. Adalah jauh lebih berguna untuk menjadi sebuah pohon yang sangat kecil dengan akar yang berasal dari Kristus, daripada sebuah pohon yang besar dan indah tetapi tidak berakar pada satu-satunya Kebenaran.

Nah, kita baru saja melihat beberapa hal tentang kekudusan Allah yang oleh karenanya Ia disembah di Surga. Karena itu betapa kita harus berhati-hati untuk menyembahnya di bumi seperti yang Ia tuntut. Sekarang pertanyaannya bagaimanakah kita melakukan hal tersebut? Kitab Yohanes 4:23-24 memberikan kita jawabannya demikian:

"Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam Roh dan Kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam Roh dan Kebenaran."

Jadi kita melihat dari ayat-ayat ini dan banyak ayat-ayat lainnya di dalam Alkitab bahwa Allah mencari dan menyelamatkan umat pilihan-Nya dari kutukan yang kekal, dan Ia juga membuat mereka memenuhi syarat untuk menyembah-Nya di dalam "Roh dan Kebenaran" - yaitu, dalam kepatuhan terhadap Alkitab. Dalam kitab Yohanes 6:63b Tuhan mengajarkan kepada kita demikian:

"... Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu [yaitu Firman Tuhan] adalah Roh dan Hidup."


PERJANJIAN YANG KUDUS
Kita membaca tentang "perjanjian yang kudus" dalam kitab Lukas 1:72 demikian:

"untuk menunjukkan rahmat-Nya [anugrah-Nya] kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus"

Nah, apakah "Perjanjian Allah" itu? Kitab Roma 11:27 memberikan kita definisinya demikian:

"Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka."

Dan Allah memberikan gambaran yang sangat akurat dari kondisi kita yang berdosa dalam kitab Efesus 2:12 yang kita baca demikian:

"bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia."

Kata Yunani dari ungkapan "Perjanjian" sebenarnya berbicara tentang "Injil" (Kabar Baik) dan juga diterjemahkan sebagai kata "Perjanjian" dalam kitab 2 Korintus 3:6 yang kita baca demikian:

"Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis [yaitu hukum Taurat] mematikan, tetapi Roh [yaitu Allah Roh Kudus = Roh Kristus = Roh Tuhan] menghidupkan."

Ingatlah alasan mengapa Perjanjian tersebut adalah Kudus karena itu adalah "Perjanjian Allah" yang oleh Roh Kudus ditanamkan ke dalam hati orang-orang yang percaya. Allah menekankan kenyataan bahwa Injil bukan berasal dari manusia -- itu bukan dilahirkan dari hasil pikiran manusia. Menurut kitab Galatia 1:11-12 Injil berasal dari Allah Yang Kudus, dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus."

Karena itu hendaklah setiap dari kita mendapatkan pengertian yang lebih besar dan penghargaan yang lebih tinggi tentang Kekudusan Allah, yang pada akhirnya akan membuat kita menjadi kudus sama seperti Allah adalah kudus (1 Petrus 1:16). Tetapi kita hanya bisa mendapatkan kekudusan Allah kalau Allah sendiri "memilih" untuk memberikannya kepada kita dengan menyelamatkan kita dan memberikan kita anugrah kelahiran yang baru dari Atas (Surga) menurut jadwal dan kehendak-Nya yang baik.


"Therefore say unto the house of Israel, Thus saith the Lord GOD; I do not this for your sakes, O house of Israel, but for mine holy name's sake" (Ezekiel 36:22a)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.
Amanat Agung October 16 at 8:55pm Reply
Dihancurkan Sebelum Diberkati

Kejadian 32:24-32
Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku." Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub." Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang." Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ. Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!" Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya. Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena Dia telah memukul sendi pangkal paha Yakub, pada otot pangkal pahanya.

Yakub mengalami titik balik dalam kehidupannya saat ia bergulat dengan Tuhan. Saat itu ia mengalami kehancuran secara fisik dan emosi. Secara fisik, Yakub pincang karena malaikat Tuhan memukul sendi pangkal pahanya sedangkan secara emosi, Yakub harus mengakui keberadaan dirinya sebagai penipu yang telah menjadi karakternya, sesuai dengan namanya Yakub, yang artinya penipu.

Setelah pengalaman rohaninya bersama Tuhan, Yakub yang berganti nama menjadi Isreal mulai menggenapi rencana Tuhan dalam hidupnya. Dari kisah ini kita bisa belajar, bahwa semua orang yang mau diberkati harus bergulat/bergumul dengan Tuhan untuk memperoleh berkat Tuhan.

Ada beberapa hal yang membuat Tuhan dapat memberkati Yakub yang telah berganti nama menjadi Israel :

1. IA SENDIRIAN DENGAN TUHAN
Kejadian 32:24
Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.

Seringkali banyak orang tidak menyukai kondisinya saat ia sedang sendirian, jauh dari keramaian atau orang yang terdekat dengannya. Tetapi Allah memiliki pola yang unik untuk dapat memberkati kita. Semua orang yang dipakai Tuhan harus melewati fase kesendirianya dengan Tuhan.

Tokoh-tokoh iman dalam Alkitab memberikan kita contoh yang tepat untuk point ini. Daud, ia tinggal sendirian di gua dan bukit batu saat dikejar oleh Saul. Yusuf, sendirian di Mesir saat dibuang oleh keluarganya. Yohanes Pembabtis, tinggal sendirian di padang gurun sampai ‘waktunya' tiba. Musa, tinggal di Midian selama 40 tahun sebelum dipanggil Tuhan. 1 Bahkan Yesus, Ia mengambil waktu sendirian dengan Bapa-Nya sebelum Ia memulai pelayanan-Nya lagi.

2. IA SUNGGUH LAPAR AKAN TUHAN
Kejadian 32:26
Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."

Ada banyak orang Kristen cukup puas diri dengan ‘sedikit hadirat Tuhan' atau ‘sedikit rindu akan Tuhan' atau ‘sedikit lapar akan kebenaran' dan ‘sedikit' lainnya. Tetapi Yakub berbeda. Ia sangat lapar akan Tuhan. Bahkan ia tidak peduli kalau ‘pergulatannya' dengan Tuhan sebenarnya sudah berlangsung sampai pagi hari, tapi Yakub tetap tidak mau melepaskannya sampai ia diberkati. 2 Pesan dari kisah ini ialah "Anda harus memiliki kerinduan akan Tuhan yang sangat kuat!!"

3. IA DIHANCURKAN OLEH TUHAN
Kejadian 32:25-28
Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku." Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub." Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."

Yakub mengijinkan Tuhan menghancurkan dan mengubahkan dirinya. Yakub hancur secara fisik dan emosi. Yakub pincang ketika ia bergulat dengan malaikat Tuhan. Dan sepanjang hidupnya saat ia berjalan dengan jalannya yang pincang, ia akan teringat bahwa ia telah dihancurkan oleh Tuhan.

Tuhan tidak bisa memberkati orang yang masih memiliki kekuatan. Banyak hal yang bisa menjadi kekuatan Anda, termasuk kekayaan dan kepintaran bisa menjadi faktor kuat Anda. Seringkali Allah mengijinkan seseorang dihancurkan terlebih dahulu sebelum IA memberkatinya dengan berlimpah. Kalimat itu mengantarkan Anda untuk mengingat apa yang telah dialami oleh Ayub. Ditulis bahwa ia dihancurkan terlebih dahulu sebelum diberkati lebih lagi. Dan ingat, ia hancur secara fisik dan emosi.

4. IA JUJUR TERHADAP TUHAN
Kejadian 32:27
Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub.

Yakub artinya ‘penipu', dan ia mengakui namanya sesuai dengan karakternya yang suka menipu. Yakub telah menipu kakak dan bapanya untuk memperoleh berkat kesulungan. Dan saat ini di hadapan Tuhan, Yakub menjadi dirinya apa adanya. Dia tidak menutupi keberadaannya yang suka menipu. Itulah alasan kuat sehingga hidupnya dipulihkan Tuhan.

Mungkin sering terpikir oleh Anda bahwa Tuhan tidak butuh kejujuran kita karena IA sendiri adalah Tuhan yang maha tahu. Tanpa ucapan kita pun, IA telah mengetahuinya terlebih dahulu. Cukuplah dengan memohon ampun. Tapi melalui teladan hidup Yakub, Anda dapat belajar bahwa kejujuran itu adalah karakter Ilahi. Bukan hanya menyadari tapi mengungkapkannya. 3 Jujur artinya tidak ada yang ditutup-tutupi di hadapan Tuhan. Jujur juga berarti kita menyadari kelebihan dan kekurangan diri kita dengan semestinya.

Jika hari ini Anda sedang merasa dalam situasi ‘dihancurkan', datanglah kepada Tuhan. Ambil waktu yang tepat untuk menemukan segala kasih karunia-Nya. Dan pengalaman Yakub yang telah berabad-abad itu pun bisa menjadi petualangan hidup Anda hari ini.

Tuhan memberkati.

1 Matius 14:23 - Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

2 Mazmur 42:2 - Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.

3 Mazmur 50:23 - Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya." Amin!





Amanat Agung October 9 at 6:28pm Reply
Perkataanmu Adalah Ikatanmu

Respon kita terhadap kebenaran akan menentukan keadaan kita.
Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

RESPON TERHADAP KEBENARAN
Respon kita terhadap kebenaran akan menentukan keadaan kita. Kita bisa lihat dalam kehidupan Raja Saul & Daud.
Saul tidak mengasihi kebenaran, tidak mau bertanggungjawab atas kesalahannya. Dia berdalih dan menyalahkan Samuel (1 Sam.13:11-12) dan rakyatnya (1 Sam.15:19-20). Dan sebagai akibatnya Saul kehilangan kerajaannya dan mati dengan cara yang tragis jauh sebelum waktunya.
Daud sebenarnya melakukan hal yang lebih buruk. Daud adalah pembunuh, pezinah -sesuatu yang Saul tidak lakukan. Tetapi waktu dia dikonfrontir dengan kebenaran, dia tidak salahkan orang lain, Daud mengakui dosanya. Tetapi karena dia mengasihi kebenaran maka Tuhan memperkuat kerajaannya dan dia masuk daftar silsilah yang menurunkan Yesus.
Jadi di sini Saudara lihat perbedaan respon keduanya kepada kebenaran yang berarti juga respon mereka kepada Tuhan. Dan respon mereka menentukan takdir ilahi mereka dan warisan yang mereka tinggalkan.

5 PRINSIP TENTANG FIRMAN TUHAN & KEBENARAN
1. Firman Tuhan adalah ekspresi SIFAT ALLAH
Ibrani 1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi.

Yesus adalah gambar wujud Allah. Jadi kalau Saudara ingin tahu Allah itu seperti apa, datanglah pada Yesus. Yesus adalah Firman yang menjelma menjadi manusia. Jadi firman Allah adalah ekspresi dari sifat Allah.
Karena kita diciptakan serupa dengan gambar Tuhan maka apa yang benar bagi Tuhan, benar juga mengenai kita. Jadi kata-kata Saudara juga merupakan ekspresi sifat Saudara!
Matius 12:34 Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.

2. Firman Tuhan adalah ukuran KARAKTER-NYA
Wahyu 1:8 "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."
Seolah-olah Yesus katakan, "Aku adalah A-Z." Kalau Saudara mau membentuk kalimat atau kata-kata dari huruf A - Z maka jumlahnya tidak terbatas. Saudara tidak akan pernah menemukan kekurangan dalam karakter-Nya.
Kita diciptakan serupa dengan Tuhan, jadi kata-kata Saudara juga adalah ukuran karakter Saudara. Orang menilai karakter Saudara dengan memegang kata-kata Saudara. Seberapa rohani Saudara diukur dari integritas kata-kata Saudara. Orang yang berintegritas tetap memegang janji mereka walaupun mereka rugi. Mazmur 15:4 ...yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi.

3. Firman Tuhan DIBESARKAN melampaui Nama-Nya
Maz. 138:2 Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. ( for thou hast magnified thy word above all thy name -Engkau membesarkan Firman-Mu melebihi nama-Mu).
Nama Tuhan itu luar biasa, agung, berkuasa tetapi Dia telah membuat Firman-Nya dibesarkan melampaui nama-Nya! Kita diciptakan serupa dengan Tuhan. Nama Saudara hanya sebaik perkataan Saudara.

4. Firman Tuhan adalah SUMBER IMAN & PEDOMAN PERILAKU

5. Firman Tuhan adalah "IKATANNYA."
Ibr 6:13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya,
Di sini Tuhan bersumpah demi diri-Nya sendiri. Jadi Dia terikat oleh perkataan-Nya. Kita diciptakan serupa dengan Tuhan. Kata-kata kita adalah ikatan kita. Amin



Selasa, 13 Oktober 2009

PENGAMPUNAN DOSA

Dalam kesempatan ini kita ingin berbicara tentang pengampunan dosa. Kitab Yesaya 59:2 dalam Perjanjian Lama memberitahukan situasi yang sebenarnya dari keadaan rohani kita yang disebabkan oleh dosa-dosa kita demikian:

"tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."

Dan kitab Mazmur 130:4 menjelaskan suatu konsep yang menakjubkan, disitu kita baca demikian:

"Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang."

Kemudian kitab Daniel 9:9 lebih jauh menyatakan demikian:

"Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia"

Satu dari hal yang paling menarik dalam Perjanjian Baru ditemukan dalam Lukas pasal 4, yaitu ketika Yesus masuk ke dalam rumah ibadat di Nazaret. Disitu Ia diberikan kitab Yesaya, dan kemudian Ia membuka pasal 61 dan membaca ayat 1 dan 2, seperti yang kita temukan dikutip dalam kitab Lukas 4:18-19 demikian:

"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan Kabar Baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan [pengampunan] kepada orang-orang tawanan [Iblis], dan penglihatan bagi orang-orang buta [rohani], untuk membebaskan orang-orang yang tertindas [rohani], untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

Penjelasan yang indah dan singkat ini menggambarkan misi dari Tuhan Yesus Kristus di bumi yang sudah dikutuk karena dosa ini. Dan sesungguhnya hal ini juga menekankan kerusakan rohani yang total dari seluruh umat manusia.

1 - Secara rohani kita adalah miskin dan dengan sangat gawat membutuhkan seorang Juruselamat (Roma 3:23).
2 - Secara rohani kita adalah tawanan dari dosa-dosa kita atau tawanan dari Iblis (Kis. 26:18, Kolose 1:13).
3 - Kita perlu untuk mendengar tentang pengampunan dari Allah supaya dapat dibebaskan dari penjara Iblis.
4 - Kita perlu untuk diberikan penglihatan rohani (Wahyu 3:17).
5 - Kita perlu untuk dibebaskan karena secara rohani kita adalah tertindas.

Dan kemudian kita membaca tentang Tuhan Yesus Kristus dalam Kisah Para Rasul 10:43 demikian:

"Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."

Dan Kisah Para Rasul 4:12 menambahkan demikian:

"Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia [yaitu Yesus], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Alkitab banyak mengajarkan tentang pengampunan dan bagaimana hal tersebut dihubungkan dengan "darah pendamaian". Dalam kitab Imamat 17:11 kita menemukan suatu prinsip yang sangat penting yang Tuhan sudah tetapkan demikian:

"Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa."

Hal ini menjelaskan mengapa pada masa Perjanjian Lama ada begitu banyak domba, kambing, lembu dan burung merpati yang dijadikan kurban pendamaian di atas mezbah di dalam Bait Suci --seperti binatang pada rumah pembantaian-- yang terjadi setiap hari. Dan dalam Perjanjian Baru kitab Ibrani 9:22 menjelaskan demikian:

"Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan."

Tetapi sebenarnya kurban macam apakah yang Allah maksudkan -- suatu macam kurban binatangkah? Jawabannya adalah tidak. Kita menemukan jawaban dari pertanyaan ini dalam kitab Mikha 6:7, yang kita baca demikian:

"Berkenankah TUHAN kepada ribuan domba jantan, kepada puluhan ribu curahan minyak? Akan kupersembahkankah anak sulungku karena pelanggaranku dan buah kandunganku karena dosaku sendiri?"

Dan kitab Ibrani 10:4 berkata demikian:

"Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa."

Jadi bila Allah tidak menginginkan kurban darah dari binatang, kurban darah macam apakah yang sebenarnya Allah maksudkan? Kita mengetahui jawaban dari hal ini dalam kitab Ibrani 9:12 yang menyatakan demikian:

"dan Ia [yaitu Yesus] telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal."

Kemudian kitab Wahyu 1:5 memberitahukan kepada kita demikian:

"dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya"

Ingatlah sebelumnya sudah kita bahas di kitab Imamat 17:11 bahwa untuk mencurahkan darah adalah berarti untuk menyerahkan nyawa, karena "nyawa mahluk ada di dalam darahnya". Dan Tuhan Yesus Kristus adalah "Anak Domba yang disembelih sejak sebelum dunia dijadikan" (Wahyu 13:8). Dan Yohanes pembaptis mengenali hal ini ketika pertama kali ia bertemu dengan Yesus, dalam kitab Yohanes 1:29 kita membaca demikian:

"Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."

Jadi Yesus Kristus adalah "Pengantara Perjanjian Baru, dan darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel" seperti yang kita baca dalam kitab Ibrani 12:24.

Dan berbicara tentang orang-orang yang menerima "Perjanjian Yang Baru" atau "Injil Kasih Karunia", kitab Wahyu 7:14 berkata kepada kita sebagai berikut:

"Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar [yaitu keluar dari masa siksaan rohani yang dahsyat]; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba."

Dan Yesaya pasal 63 menunjukkan fakta bahwa Kristus harus menanggung murka Allah sendirian supaya dapat membayar upah dosa-dosa umat-Nya. Hal ini juga digambarkan dengan jubah-Nya yang putih bersih dan kemudian tercemar oleh darah orang-orang yang Ia datang untuk Ia selamatkan. Dalam kitab Yesaya 63:1-3 kita membaca demikian:

"Siapa dia yang datang dari Edom, yang datang dari Bozra dengan baju yang merah, dia yang bersemarak dengan pakaiannya, yang melangkah dengan kekuatannya yang besar?" "Akulah yang menjanjikan keadilan dan yang berkuasa untuk menyelamatkan!" "Mengapakah pakaian-Mu semerah itu, dan baju-Mu seperti baju pengirik buah anggur?" "Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku! Aku telah mengirik bangsa-bangsa dalam murka-Ku, dan Aku telah menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku; semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku, dan seluruh pakaian-Ku telah cemar."

Dan kitab 2 Korintus 5:21 memberikan kita gambaran yang sama dengan cara yang lain, dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Dia [yaitu Kristus] yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya [yaitu dibuat oleh Allah Bapa] menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah."

Ketika kita melihat kepada Alkitab untuk mempelajari pengampunan yang indah yang Allah sediakan ini, biarlah kita memeriksa hati kita masing-masing untuk melihat bagaimana kita berdiri dihadapan Allah. Apakah kita sudah menerima pengampunan-Nya yang besar ini? Kalau sudah, apakah kita sudah turut memberitakan Injil Kasih Karunia Kristus kepada orang-orang yang lain supaya bilamana mungkin mereka juga dapat mengetahui pengampunan yang indah ini?

Kitab Ibrani 2:3 menyatakan kepada kita demikian:

"bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai"


"For all flesh is as grass, and all the glory of man as the flower of grass. The grass withereth, and the flower thereof falleth away. But the word of the Lord endureth for ever. And this is the word which by the gospel is preached unto you." (1 Peter 1:24-25)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.

Jumat, 09 Oktober 2009

KE-MANUSIAAN KRISTUS

Satu hal yang menarik tentang kebenaran di dalam Alkitab adalah inkarnasi dari Tuhan Yesus Kristus. Kata "inkarnasi" berarti untuk "mengambil wujud daging". Kita membaca mengenai hal ini dalam kitab Yohanes 1:1 dan 14 yang berkata demikian:

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah ...... Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia [anugrah] dan kebenaran."

Kristus datang sebagai manusia dalam wujud darah dan daging ke dalam dunia yang sudah dikutuk ini "pertama kali" kira-kira 2000 tahun yang lalu. Mengutip dari kitab Perjanjian Lama, Tuhan mengingatkan kita dalam Matius 4:16 demikian:

"bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."

Dan berbicara tentang Yusuf, tunangan Maria, kita menemukan pernyataan ini dalam kitab Matius 1:24-25:

"... Ia [Yusuf] mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus."

Jadi, walaupun Yesus adalah Tuhan, Dia sepenuhnya juga adalah manusia dalam segala aspek-aspeknya. Itulah sebabnya Ia harus dilahirkan oleh seorang perawan seperti yang dinubuatkan dalam kitab Yesaya 7:14 dan dikutip dalam kitab Matius 1:22-23 demikian:

"Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara [yaitu perawan] itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita."

Dan kitab 1 Yohanes 1:1 menyatakan demikian:

"Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup -- itulah yang kami tuliskan kepada kamu."

Sama seperti murid-murid yang hidup, makan, dan berbicara dengan sang Juruselamat, kita juga dapat melakukannya melalui Firman-Nya, yaitu seluruh Alkitab, seperti yang kita baca dalam kitab Kolose 3:16-17 demikian:

"Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita."

Seperti halnya murid-murid berhubungan dengan Dia, kita juga secara rohani dapat berhubungan dengan-Nya melalui Alkitab. Kristus adalah satu-satunya yang dengan sempurna memiliki "sifat Allah" dan juga "sifat manusia". Alkitab berkata kepada kita dalam kitab Kolose 2:9 demikian:

"Sebab dalam Dialah [yaitu Kristus] berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan"

Bahkan ketika Yesus masih sangat muda kita melihat bahwa Ia menyadari tujuan-Nya mengapa Ia berada di bumi sebagai Anak Allah dan juga Anak Manusia. Kita melihat hal ini ketika orang tua Yesus menemukan Dia sedang bertanya-jawab dengan pemimpin-pemimpin dan guru-guru agama di dalam Bait Suci. Dan ketika orang tuanya bertanya mengapa Ia menghilang dengan begitu saja, Yesus menjawab dalam kitab Lukas 2:49 demikian:

"Mengapa ayah dan ibu mencari Aku? Apakah ayah dan ibu tidak tahu bahwa Aku harus ada di dalam rumah Bapa-Ku [yaitu urusan Bapa-Ku] ?"

Kita juga melihat dalam kitab Yohanes 1:45 tentang orang-orang yang sedang menanti kedatangan sang Mesias. Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."

Dan siapakah yang dapat melupakan jawaban dari Natanael pada ayat berikutnya, "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Tuhan Yesus di-identifikasi sebagai datang "dari sisi yang tidak semestinya", dan dalam perjalanannya di bumi Ia termasuk sebagai seorang yang "dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan" (Yesaya 53:3).

Dan Tuhan Yesus mengerti keadaan itu, kita baca dalam kitab Matius 13:57 demikian:

"Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya."

Bagaimanapun juga ini adalah permulaan dari beberapa ujian yang harus di-tanggung oleh Kristus. Dalam kitab Lukas 4:1-2 kita menemukan pernyataan ini:

"Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai [diuji] Iblis. Selama di situ [yaitu selama 40 hari] Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar."

Tidak seperti Adam yang pertama, yang gagal dalam ujiannya, Tuhan Yesus dengan gemilang berhasil melewati ujian yang berat ini karena Ia adalah Allah dalam wujud manusia. Dia adalah "satu-satunya" manusia sempurna yang pernah hidup di muka bumi ini.

Dan ujian yang terberat, yaitu penebusan, juga akan ditanggungkan kepada-Nya. Ini merupakan ujian yang terberat yang pernah dihadapi oleh seorang manusia. Tidak ada manusia biasa yang dapat menghadapi ujian berat ini dan berhasil melewatinya karena ketentuan-ketentuan yang sangat ketat dari hukum-hukum Allah, yaitu, Ia sendiri harus bersih tidak berdosa tetapi menjadi berdosa --bukan karena dosa-dosanya sendiri-- tetapi untuk menanggung dosa-dosa umat-Nya, seperti yang kita baca dalam kitab 2 Korintus 5:21 demikian:

"Dia [yaitu Allah Putera] yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya [yaitu dibuat oleh Allah Bapa] menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah."

Secara rohani Yesus Kristus harus menderita penderitaan yang sama yang seharusnya ditanggung oleh orang-orang pilihan-Nya sebagai Pengganti mereka. Dalam kitab Ibrani 4:15 kita melihat persamaan karakter-karakter-Nya dengan karakter manusia, dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah Imam Besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai [diuji], hanya tidak berbuat dosa."

Prinsip yang menyatakan bahwa Kristus benar-benar mengalami emosi manusia yang sama seperti yang kita alami juga ditemukan dalam kitab Yohanes 11:35 yang merupakan ayat terpendek dalam Alkitab, yang berkata: "Maka menangislah Yesus."

Dan dalam kitab Ibrani 2:9 kita membaca demikian:

"Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia."

Ungkapan "semua manusia" dalam ayat-ayat seperti ini sesungguhnya menunjuk kepada "semua mereka yang dipilih-Nya", seperti yang kita baca dalam kitab Yohanes 6:37 demikian:

"Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang."

Ingatlah dalam kitab Matius 22:14 Tuhan berkata demikian:

"Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Kemudian setelah penghianatan di taman Getsemani oleh Yudas Iskariot, Yesus membiarkan diri-Nya ditangkap, dihina, dipukuli, dan kemudian hukuman dijatuhkan oleh Pontius Pilatus, sehingga Ia mati di atas kayu salib. Bagaimanapun juga penderitaan perlahan-lahan yang dialami-Nya di atas kayu salib (bagaimanapun mengerikannya hal itu), tidak dapat dibandingkan dengan siksaan rohani yang harus dialami-Nya sebagai pengganti umat-Nya.

Itulah sebabnya Alkitab berkata di Yohanes 19:30 demikian:

"Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya [lihat Mazmur 69:21, Mazmur 22:16, 18]."

Yang sudah "selesai" adalah penebusan dari upah dosa-dosa umat pilihan-Nya. Tidak ada manusia biasa yang mampu membayar harga yang sangat mahal atas upah dosa. Hanya manusia sempurna -- yaitu Kristus, yang sepenuhnya adalah Anak Allah dan juga sepenuhnya Anak Manusia yang mampu membayar lunas harga yang dituntut oleh keadilan Hukum Allah atas dosa.

Kitab 1 Korintus 5:7 mencatat demikian:

"Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus."

Menghadapi fakta ini, biarlah setiap dari kita merenungkan peringatan dalam kitab 2 Korintus 13:5 yang berkata demikian:

"Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam Iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji."


"With good will doing service, as to the Lord, and not to men" (Ephesians 6:7)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.




Kamis, 08 Oktober 2009

ALKITAB ADALAH KEBENARAN

"Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; Firman-Mu adalah Kebenaran." (Yohanes 17:17)


Pada hari ini kita akan berbicara tentang fakta bahwa Alkitab adalah kebenaran -- yaitu satu-satunya kebenaran. Pilatus, gubernur Roma untuk wilayah Israel, bertanya kepada Tuhan Yesus ketika Ia diadili, "Apakah kebenaran itu?" (Yohanes 18:38). Dan umat manusia juga telah menanyakan pertanyaan yang sama sepanjang sejarah waktu. Dan Alkitab memberikan kita jawaban atas pertanyaan penting tersebut, dalam kitab Yohanes 14:6 kita membaca demikian:

"Kata Yesus kepadanya: "Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Dan lebih lanjut Tuhan memberitahukan kita dalam Yohanes 8:32 demikian:

"dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Nah, apakah yang memperbudak kita, sehingga kita harus "dimerdekakan" ? Sesungguhnya manusia diperbudak oleh dosa-dosa mereka sendiri; tetapi walaupun keadaan mereka demikian, mereka tidak dapat menyadari keadaan rohani mereka yang sangat bangkrut dan menyedihkan itu. Kitab Yohanes 8:34 menyatakan demikian:

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa."

Dan Tuhan menyelamatkan umat-Nya melalui kebenaran dari Firman-Nya, seperti yang kita baca dalam kitab Yakobus 1:18 demikian:

"Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh Firman Kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya."

Ungkapan "menjadikan" adalah berarti untuk "dibawa keluar", atau untuk secara rohani "dilahirkan kembali dari atas", dari surga. Dan ketika hal itu terjadi orang-orang yang percaya dirubah dari perbudakan mereka atas dosa menjadi hamba dari Kebenaran, atau budak (pelayan) dari Tuhan Yesus Kristus. Orang-orang Yahudi dalam Perjanjian Lama juga menerima hukum-hukum Tuhan -- yaitu kebenaran Tuhan -- tetapi kita menemukan bahwa banyak dari antara mereka yang tidak diselamatkan oleh karena ketidak percayaan mereka.

Dalam kitab Ibrani 3:15-19 kita membaca demikian:

"Tetapi apabila pernah dikatakan: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman", siapakah mereka yang membangkitkan amarah Allah, sekalipun mereka mendengar suara-Nya? Bukankah mereka semua yang keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa? Dan siapakah yang Ia murkai empat puluh tahun lamanya? Bukankah mereka yang berbuat dosa dan yang mayatnya bergelimpangan di padang gurun? Dan siapakah yang telah Ia sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat? Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka."

Pada kenyataannya hampir semua mereka yang berumur dua puluh tahun ke atas binasa di padang gurun. Disisi yang lain, Tuhan memberikan anak-anak-Nya kasih-Nya dan rasa haus akan firman-Nya, seperti yang kita temukan dalam kitab Matius 4:4 demikian:

"Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah."

Jadi kita harus melihat kepada Alkitab untuk mendapatkan sukacita dan kepuasan rohani kita. Kitab Mazmur 1:2 berbicara tentang seseorang yang diberkati demikian:

"tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN [yaitu hukum Tuhan], dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam."

Umat Kristen yang sejati akan menjadi sangat terlibat dengan kebenaran Firman Tuhan, Alkitab, seperti yang kita baca dalam Mazmur 119:97-99 demikian:

"Betapa kucintai Taurat-Mu [yaitu hukum-Mu]! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan."

Karena hukum-hukum Tuhan adalah Kebenaran yang sejati, maka Tuhan memerintahkan umat pilihan-Nya untuk "mempelajari Alkitab supaya layak di hadapan-Nya", dalam kitab 2 Timotius 2:15 kita membaca demikian:

"Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan Kebenaran itu."

Dengan kata lain umat Kristen harus selalu diingatkan bahwa Tuhan Yesus menyatakan dalam kitab Yohanes 5:39:

" ... Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku"

Dan dalam kitab Lukas 24:44-45 Yesus berkata demikian:

"Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci."

Umat Kristen harus lari kepada Alkitab sebagai penuntun dalam segala hal dan jangan bersandar kepada kebijaksanaan, pikiran, atau ide-idenya sendiri atau juga ide orang-orang yang lain. Mereka akan membaca Alkitab pada waktu pagi, siang, dan malam atau sepanjang hari merenungkan hal-hal yang mereka ketahui dari Alkitab. Ingatlah hal ini bukan berarti bahwa kita harus mempercayai segala sesuatu yang organisasi gereja atau denominasi kita ajarkan, tetapi Tuhan mau supaya kita mempelajari Firman-Nya yang kudus dengan sangat teliti dan berhati-hati.

Itulah sebabnya bangsa Israel kuno diberitahukan untuk mengikat Hukum Tuhan pada "dahi-dahi" mereka. Ini melambangkan bahwa Firman Tuhan harus berada didepan mata mereka (yaitu pikiran mereka) pada setiap waktu baik dalam kehidupan pribadi mereka, dalam hubungan keluarga, dalam hal membesarkan anak-anak, dalam pekerjaan, dalam aktivitas-aktivitas pada waktu senggang, dalam hal penggunaan uang, dalam pergaulan sehari-hari, singkatnya pada setiap segi dalam kehidupan mereka. Dan karena mereka hanya menggunakan Alkitab, maka mereka dapat berkata kepada Tuhan:

"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (Mazmur 119:105).

Itu berarti kita akan mengetahui tentang Tuhan, manusia, dan dunia yang diciptakan oleh Tuhan ini hanya dengan mempelajari Alkitab. Karena Firman Tuhan adalah satu-satunya kebenaran -- maka itu menyediakan satu-satunya harapan bagi kita untuk keluar dari perbudakan dosa, dan upah yang pantas kita dapatkan dari dosa, yaitu kutukan yang kekal, kematian kedua. Dalam kitab Roma 15:4 kita juga membaca demikian:

"Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci."

Karena iman (yaitu kata yang sama untuk keselamatan) "timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Tuhan" (Roma 10:17), sekarang umat manusia mempunyai harapan untuk hidup yang kekal seperti yang ditunjukkan di dalam Alkitab. Laki-laki dan perempuan yang ditarik oleh Tuhan ke dalam program keselamatan-Nya akan lari kepada Alkitab, percaya kepada Alkitab dan menyediakan waktu untuk mempelajari Alkitab, yaitu -- seluruh Alkitab dan hanya Alkitab saja, tidak ditambah dan tidak dikurangi.

Biarlah Tuhan memberikan kasih karunia-Nya untuk membuat kita lapar dan haus akan Kebenaran-Nya. Biarlah kita menyembunyikan Firman-Nya di dalam hati kita, biarlah kita menyediakan waktu kita untuk Alkitab, membandingkan hal yang rohani dengan hal yang rohani di dalam seluruh Alkitab. Biarlah kita sadar, bertobat dan berbalik dari ketergantungan kita akan pikiran kita sendiri untuk menjadi penuntun dari setiap aspek di dalam kehidupan kita.


"I wait for the LORD, my soul doth wait, and in His word do I hope" (Psalm 130:5)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.



UMAT PILIHAN

"Sebab di dalam Dia [Kristus] Allah [Bapa] telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya [anugrah-Nya] yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya." (Efesus 1:4-6)


Pre-destinasi (penentuan dari sejak semula) adalah suatu istilah yang sangat alkitabiah. Istilah bukan berasal dari Alkitab akan tetapi istilah digunakan oleh ahli-ahli teologi untuk menjelaskan sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah. Seperti contohnya dalam kitab Matius Tuhan menjelaskan demikian:

"Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan."

Dan Wahyu 17:8 menyatakan demikian:

"Adapun binatang [yaitu Iblis] yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada [yaitu dilukai pada peristiwa kayu salib], ia akan muncul dari jurang maut [yaitu muncul lagi untuk sedikit waktu pada akhir zaman], dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi."

Ini adalah perkataan Allah bagi kita. Allah sedang mengajarkan bahwa sebelum Dia menciptakan dunia ini, Dia sudah menentukan suatu kelompok orang tertentu untuk Ia diselamatkan. Ingatlah bahwa Allah mengetahui awal dan akhir, dan Dia mengenal hati setiap manusia yang pernah ada dan yang akan ada.

Allah telah mengetahui bahwa manusia akan memberontak melawan Dia, namun Allah telah memutuskan bahwa dari antara sekian banyak manusia yang sengsara akibat dosa, Dia akan menyelamatkan orang yang ini dan orang yang itu menurut kasih karunia-Nya. Oleh karena itu, Dia telah "mem-predestinasikan" mereka dan menentukan tujuan mereka yaitu surga.

Alasan utama dari hal ini adalah supaya seluruh kemegahan, kemuliaan dan kehormatan atas keselamatan hanya diberikan kepada Tuhan, sedangkan kita tidak bisa menuntut pujian apapun atas hal itu. Apa yang dapat kita lakukan adalah menggeleng-gelengkan kepala dalam kekaguman dan keheranan, "Mengapa juga Ia menyelamatkan saya?"

Di dalam Alkitab Tuhan menjelaskan sifat-sifat dasar manusia bahwa mereka adalah "mati secara rohani", seperti yang kita baca dalam kitab Roma 3:10-17 demikian:

"seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah [band. Yoh 6:44]. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka..."

Dan kitab Roma 3:4 mencatat demikian:

"Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong... "

Dan kitab Lukas 18:19 menekankan demikian:

"Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja..."

Jadi sesungguhnya Allah telah merancang seluruh rencana-Nya sejak sebelum Ia menciptakan dunia sehingga pada satu titik tertentu dalam kehidupan orang-orang yang dikasihi-Nya, Allah mengharuskan diri-Nya untuk menyelamatkan mereka. Itulah sebabnya Kitab Suci berkata bahwa -- "kasih" dan "kesetiaan" Tuhan kepada umat-Nya adalah kekal untuk selama-lamanya. Dalam kitab Mazmur 106:1 kita membaca demikian:

"Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."

Pada dasarnya tidak ada seorangpun yang akan percaya kepada Allah Yang Benar (yaitu Allah yang menciptakan langit dan bumi) kecuali jika Alah memberikan "anugrah" iman kepadanya. Kitab Yohanes 6:44 dan banyak ayat-ayat lainnya menjelaskan demikian:

"Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku [yaitu Yesus], jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman."

Allah memerintahkan seluruh umat manusia untuk percaya, bertobat dari dosa-dosanya, dan agar dosa-dosa kita dibersihkan. Tetapi tidak ada seorangpun yang dari dirinya sendiri mau mentaati perintah Allah. Tidak seorangpun yang mau mentaati perintah Allah. Tidak ada seorangpun sanggup mentaati, artinya tidak ada seorangpun yang mampu mentaati seluruh perintah Allah karena setiap orang pada hakikatnya telah mati secara rohani karena dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran mereka (Efesus 2:1-5). Sebelum diselamatkan, kita adalah mayat secara rohani, dan mayat tidak dapat memberikan respon terhadap suatu perintah.

Sekarang dimana-mana, satu disini dan satu disana, ada orang-orang yang memberikan mampu mendengarkan Firman Allah, dan penyebab mengapa mereka dapat menanggapi adalah bahwa karena Roh Allah (Roh Kristus atau Roh Kudus) telah masuk dalam kehidupan mereka dan memberikan mereka kerinduan dan kesanggupan untuk terus-menerus hidup sebagai anak-anak Allah. Dan Allah memberikan kehidupan kekal bagi orang-orang ini karena mereka telah ditentukan dari semula untuk Ia selamatkan.

Dalam kitab Ibrani 4:2-3 Tuhan berkata demikian:

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan [yaitu Injil] sama seperti kepada mereka, tetapi Firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya. Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian [yaitu Kristus] seperti yang Ia katakan: "Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku," sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan."


"... Fear God, and give glory to Him; for the hour of His judgment is come ..." (Revelation 14:7)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.



KE-ILAHIAN KRISTUS

Pada kesempatan kali ini kita mau berfokus pada ke-ilahian dari Tuhan Yesus Kristus. Mari kita mulai dengan melihat kebelakang pada kitab Yesaya dalam Perjanjian Lama. Kita membaca dalam kitab Yesaya 9:6 nubuat yang berkata bahwa Kristus akan mengambil wujud manusia-Nya dimana juga dalam waktu yang bersamaan tetap memiliki posisi-Nya sebagai Allah. Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat, Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Dalam ayat yang sangat penting ini kita melihat bahwa "misteri" dari Trinitas bahkan dinyatakan disini bahwa Putera Allah, Yesus Kristus, disebut juga sebagai "Allah yang Perkasa" dan "Bapa yang Kekal". Hal ini diterangkan lebih lanjut dalam kitab Ibrani 1:3, dimana kita menemukan deskripsi dari Allah Putra sebagai berikut:

"Ia [Kristus] adalah cahaya kemuliaan Allah [yaitu Allah Bapa] dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya [firman Kristus] yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi"

Kemudian dalam kitab Filipi 2:5-6 kita membaca demikian:

"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah [yaitu Allah Bapa], tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan"

Kitab Yohanes 10:30 juga memperkuat hal ini, disitu Yesus berkata "Aku dan Bapa adalah satu". Dan kita juga mengingat kitab Yohanes 14:9 dimana kita membaca demikian:

"Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami."

Lebih lanjut kitab Filipi 2:9-11 menjelaskan kepada kita demikian:

"Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!"

Dan kitab Efesus 1:20-21 menyatakan demikian:

"sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang."

Allah Bapa terus menekankan pekerjaan dari Allah Putera dalam kitab Ibrani 1:8-10 demikian:

"Tetapi tentang Anak Ia [yaitu Allah Bapa] berkata: "Takhta-Mu, ya Allah [yaitu Allah Putera], tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran. Engkau [Kristus] mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu." Dan: "Pada mulanya, ya Tuhan [yaitu Allah Putera], Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu."

Dan kitab Matius 1:23 memberitahukan demikian:

"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita."

Sekarang anda mungkin akan bertanya, mengapa Allah Bapa menekankan pekerjaan yang diperbuat Anak-Nya? Apakah misi Kristus sebenarnya? Jawaban dari semua ini dapat ditemukan dalam arti dari nama-Nya, Yesus, yang kita temukan dalam kitab Matius 1:21 yang berkata demikian:

"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan MENYELAMATKAN umat-Nya dari dosa mereka."

Jadi, nama "Yesus" berarti "Yehovah adalah Juruselamat" (Yesaya 43:11). Demikianlah Yesus Kristus adalah Juruselamat dari umat-Nya. Tetapi bagaimana Yesus "menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka"? Dan siapakah umat-Nya itu? Dalam kitab Matius 20:28 kita membaca demikian:

"sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Anda mungkin akan bertanya, bagaimana Yesus melakukan hal itu? Dalam kitab Yohanes 10:11 Yesus berkata demikian:

"Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya"

Kita harus mengerti bahwa disini Yesus bukan berbicara tentang memberikan hidup-Nya secara fisik (yang sebenarnya juga Ia lakukan), tetapi ini adalah untuk membayar upah dosa (yaitu kutukan yang kekal) dari "banyak orang" atau "domba-domba-Nya" atau "orang-orang pilihan-Nya". Semua ungkapan ini adalah acuan yang menunjuk kepada umat Kristen yang sejati.

Kita harus ingat bahwa dalam sifat alaminya dan sejak dari kita dilahirkan, seluruh umat manusia adalah berdosa; dan sebagai akibatnya kita memang patut untuk dibuang ke hukuman yang kekal, yaitu kematian kedua di dalam "lautan api". Dan satu-satunya Jalan keluar adalah sang Juruselamat, yaitu Yesus Kristus, bertindak sebagai pengganti, membayar harga tebusan yang mahal ini untuk menggantikan semua orang-orang yang percaya.


Kemudian marilah kita melihat pada ayat-ayat yang lainnya, dalam kitab Yesaya 44:6 kita membaca demikian:

"Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku."

Dan kitab Wahyu 1:8 berkata demikian:

"Aku adalah Alfa dan Omega [yaitu yang pertama dan yang terakhir], firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

Kita melihat ada persamaan dalam dua ayat ini bahwa: yang Pertama dan yang Terakhir, Alfa dan Omega (yaitu huruf pertama dan huruf terakhir dari alphabet Yunani), sang Penebus, TUHAN semesta alam (Yehovah), Yang Maha Kuasa, semuanya menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus. Ingatlah kitab Yohanes 1:14 berkata demikian:

"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."

Hanya Allah sendiri yang mampu membayar lunas upah dari dosa. Dan Allah telah menyatakan bahwa Dia telah membayar lunas upah dari dosa-dosa tersebut ketika Dia berteriak diatas kayu salib, "Sudah selesai!" Dan sebagai tambahan, Allah Bapa berjanji kepada Kristus bahwa jiwa-Nya tidak akan ditinggal di dalam kebinasaan, tetapi Ia akan membangkitkan-Nya dari antara orang mati. Kita membaca mengenai hal ini dalam kitab Mazmur 16:10 yang juga pararel dengan kitab Kisah Para Rasul 2:27, dalam ayat itu kita membaca demikian:

"sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan."

Apakah anda memperhatikan bagaimana Kitab Suci dengan seksama memperlihatkan Yesus Kristus sebagai Allah sendiri? Dalam kitab 1 Timotius 1:1 kita membaca demikian:

"Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita"

Kristus tidak saja dipanggil sebagai Juruselamat, tetapi Ia juga dipanggil sebagai Tuhan seperti yang kita baca dalam kitab Lukas 2:11 demikian:

"Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud."

Dan kitab Titus 2:13 berkata demikian:

"dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus"

Jadi, siapakah Allah Yang Mahabesar dan Juruselamat itu? Ia tidak lain adalah Tuhan Yesus Kristus sendiri.

Alkitab dipenuhi dengan referensi-referensi yang cukup jelas yang menunjuk kepada Kristus sebagai Allah. Seperti misalnya dalam kitab Kolose 1:13-17 kita membaca demikian:

"Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia [Kristus] kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia."

Dengan demikian jelaslah bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang berasal dari surga, sang Pencipta, dan satu-satunya Juruselamat. Kitab Kolose 1:16 menekankan kepada kita demikian:

"karena di dalam Dialah [Kristus] telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia."


"I said, LORD, be merciful unto me: heal my soul; for I have sinned against Thee." (Psalm 41:4)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.



ALKITAB ADALAH INJIL

"Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu -- kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci" (1 Korintus 15:1-4)


Infromasi tentang karya Kristus dan Injil-Nya hanya dapat ditemukan di dalam Alkitab. Ini adalah alasannya mengapa kita mempelajari Alkitab, -- ini adalah satu-satunya tempat dimana kita dapat menemukan program keselamatan Allah untuk manusia yang berdosa. Alkitab menunjukkan Pribadi dan Karya dari Tuhan Yesus Kristus, dan kemudian Allah Roh Kudus menggunakan nubuat-nubuat Alkitab untuk menyadarkan orang-orang yang Tuhan telah rencanakan untuk Ia selamatkan mengenai dosa, kebenaran dan penghakiman, seperti yang kita baca dalam kitab Yohanes 16:8.

Dan kita juga mengetahui dari kitab Roma 1:16 bahwa Injil yang sejati adalah "kekuatan Allah untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya". Kata Yunani untuk ungkapan "kekuatan" ini adalah "dunamis", yang merupakan asal dari kata "dinamis" dan "dinamit".

Kekuatan ini adalah "mujizat besar" atau kekuatan terbesar yang pernah ada di dunia ini karena kekuatan ini mampu untuk memberikan "hidup yang kekal" kepada jiwa-jiwa yang tadinya mati secara rohani di dalam kehidupan orang-orang yang Tuhan telah pilih sejak dunia dijadikan untuk Ia selamatkan. Dan ini adalah "satu-satunya" mujizat yang dimaksud Alkitab yang harus kita cari, bukan mujizat-mujizat yang mengherankan (sihir, sulap, permainan sirkus) yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan keselamatan rohani.

Sesungguhnya Alkitab juga mengajarkan bahwa tidak ada yang dapat menolak kekuatan Tuhan ini seperti yang kita baca dalam kitab Daniel 4:35 demikian:

"Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tangan-Nya dengan berkata kepada-Nya: "Apa yang Kaubuat?"

Dan menurut kitab 1 Korintus pasal 15, kita menemukan bahwa Injil adalah sesuatu yang kita "terima" sebagai kasih karunia atau hadiah atau anugrah. Sekarang mari kita melihat pada kitab Galatia 1:12 dimana kita membaca demikian:

"Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku MENERIMANYA oleh penyataan Yesus Kristus [yaitu seluruh Alkitab]."

Hal yang sama juga dapat kita lihat dalam kitab 1 Tesalonika 2:13 yang kita baca demikian:

"Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima Firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi --dan memang sungguh-sungguh demikian-- sebagai Firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya."

Ada banyak orang yang salah mengerti dan mengurangi arti dari pernyataan Alkitab tentang "menerima" keselamatan. Kadang mereka mengutip dari kitab Yohanes 1:12 yang berkata demikian:

"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya"

Mereka berhenti mengutip Alkitab sampai disitu dan tidak melihat pada ayat selanjutnya ayat 13 yang berkata demikian:

"orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan DARI Allah [= dari atas = dari surga]."

Ketika kita melihat pada seluruh Alkitab mengenai subjek ini, kita menyadari bahwa "penerimaan" ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan sesuatu apapun yang manusia dapat "kerjakan" atau "lakukan" atau "perbuat" melalui pekerjaan mereka sendiri supaya mereka dapat menggenapkan keselamatan mereka (sebagai contohnya adalah hukum-hukum upacara baik di dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru). Ingatlah selalu bahwa Injil yang sejati tidak ada hubungannya "kehendak manusia" atau "pekerjaan manusia" seperti yang baru saja kita baca dalam kitab Yohanes 1:13 di atas.

Seluruh karya keselamatan harus dilakukan oleh Tuhan sendiri, dan seluruh karya tersebut telah selesai dilakukan jauh sebelum orang tersebut dilahirkan karena sesungguhnya karya yang agung itu telah selesai dilakukan sejak sebelum dunia dijadikan.

Kitab Ibrani 4:3 menjelaskan kepada kita demikian:

"Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian [yaitu tempat peristirahatan atau sabat = Kristus] seperti yang Ia katakan: "Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku," sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan."

Dan Wahyu 13:8 menyatakan demikian:

"Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya [yaitu menyembah sang binatang atau Iblis], yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih."

Alasan utama dari hal ini adalah supaya segala kemegahan, kehormatan dan kemuliaan atas keselamatan hanya boleh diberikan kepada Tuhan, dan kita sama sekali tidak boleh bermegah di dalam pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan sendiri yang sesungguhnya tidak dapat menyumbang apapun kepada kegenapan dari keselamatan kita. Segala pekerjaan baik yang dapat kita lakukan adalah "hasil" dari keselamatan, bukan "penyebab" dari keselamatan, karena sebelum kita benar-benar diselamatkan tidak ada satupun pekerjaan kita yang terlihat baik di mata Allah (Yesaya 64:6). Inilah ujian terbesar bagi organisasi gereja-gereja yang ada di akhir zaman.

Kitab 1 Korintus 1:29-31 menekan demikian:

"supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi oleh Dia [yaitu Allah] kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi Hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."


Lebih lanjut kita mau melihat kepada aspek berikutnya bahwa Injil dapat menyebabkan kita untuk "teguh berdiri" (bangkit). Orang-orang yang Tuhan telah selamatkan melalui Injil yang sejati dari Alkitab tidak akan pernah jatuh -- mereka akan "berdiri teguh" untuk selama-lamanya karena mereka telah menerima anugrah Roh yang kekal, yaitu Roh Kristus (Roh Kudus atau Roh Allah). Dan Injil adalah lingkungan yang dapat membawa keselamatan kepada orang-orang yang Tuhan telah rencanakan untuk Ia tebus, seperti yang kita baca dalam kitab Yakobus 1:21 demikian:

"Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut Firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu."

Perhatikan ayat ini mengajarkan tentang keselamatan "jiwa" (rohani) kita bukan keselamatan "tubuh" (jasmani) kita yang akan dimasukkan ke dalam kubur dan menjadi debu tanah. Ada banyak orang yang salah mengerti tentang hal ini sehingga mereka tersesat ke dalam berbagai-bagai injil palsu.

Sekarang untuk menyelamatkan jiwa kita dari apa? Untuk menyelamatkan jiwa kita dari hukuman yang kutukan yang kekal, itulah apa. Dan Alkitab menggambarkan hal ini sebagai "kematian kedua" yang kekal. Jadi sebenarnya Tuhan menyelamatkan kita dari penghakiman-Nya yang adil atas dosa-dosa kita.

Melalui Firman-Nya Tuhan akan mencuci/membersihkan/membasuh kita dari segala dosa-dosa kita, baik yang kita sadari maupun yang belum kita sadari, dan kita diberikan kekuatan yang baru dan keinginan yang jujur, sungguh-sungguh dan terus-menerus untuk mematuhi perintah-perintah-Nya di dalam Alkitab.

Sejauh ini telah kita mempelajari bahwa seorang Kristen yang sejati adalah seseorang yang sudah menerima Injil sebagai "kekuatan" Allah. Dan dia telah dibuat aman dan berdiri teguh di dalam iman Tuhan Yesus Kristus dan sudah diselamatkan dari dosa dan kutukan kekal (kematian kedua). Kemudian aspek berikutnya adalah untuk menyimpan Firman tersebut di dalam hati mereka, seperti yang kita baca dalam kitab Lukas 8:15 demikian:

"Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar Firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."

Dari seratus kali atau lebih kemunculan kata "Injil" (Gospel) dalam kitab-kitab Perjanjian Baru, kita melihat bahwa kita dapat mengunakan ungkapan "Kabar Baik" sebagai persamaan dari kata "Injil". Akan tetapi, arti yang lebih baik adalah "Pesan Kebenaran", karena Injil yang sejati dari Alkitab adalah pesan-pesan kebenaran dari Tuhan kepada umat manusia yang mengandung dua hal, yaitu dan kabar buruk dan kabar baik.

Kabar buruknya adalah seluruh umat manusia berada dibawah murka dan kutukan kematian karena dosa-dosa mereka (Kejadian 2:16-17, 3:17-19). Dan Kabar baiknya adalah ada Jalan keluar dari masalah tersebut, yaitu bahwa Tuhan Yesus Kristus datang ke dunia ini untuk menyelamatkan orang-orang yang berdosa dari hukuman kutukan yang kekal (Lukas 19:10, 1 Timotius 1:15).

Para "pembawa pesan" (yaitu orang-orang yang percaya) yang memberitakan Injil Kristus (Injil Anugrah) adalah seperti bau kehidupan dan bau kematian. Kitab 2 Korintus 2:16 menerangkan kepada kita demikian:

"Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?"

Jadi ya, Injil adalah Kabar Baik bagi orang-orang Tuhan sedang selamatkan; tetapi Injil merupakan Kabar Buruk bagi orang-orang yang tidak Tuhan rencanakan untuk Ia selamatkan. Akan tetapi kita akan mendapatkan bahwa seluruh Alkitab adalah sebuah rencana Allah yang sangat indah. Setiap buku, setiap pasal -- bahkan setiap ayat dan setiap huruf, menerangkan aspek-aspek dari Pribadi dan Karya dari Tuhan Yesus Kristus. Dan kita menemukan pernyataan ini dalam kitab Yohanes 5:39 dimana Tuhan Yesus berkata demikian:

"Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,"

Nah kita akan menutup pelajaran ini dengan lirik dari lagu hym Kristen lama yang berkata, "Tuhan Yesus adalah Teman orang-orang berdosa. Yesus adalah kekasih jiwaku; biarlah teman-temanku mengecewakan aku, dan musuh-musuhku menyerang aku, tetapi Yesus Kristus adalah Juruselamatku yang membuat aku penuh. Haleluya Juruselamatku! Haleluya Teman sejatiku! Menyelamatkan, memperdulikan dan mengasihi aku. Dia ada bersamaku sampai saat terakhir."

Kita akan selalu bersuka-cita di dalam Juruselamat kita dan Injil-Nya -- yaitu Kabar Baik dari kasih karunia (anugrah) melalui karya Tuhan sendiri. Dan akhirnya kita juga harus memperhatikan peringatan yang tertulis dalam kitab Ibrani 2:3 demikian:

"bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu?"


"Let all those that seek thee rejoice and be glad in thee: and let such as love thy salvation say continually, Let God be magnified." (Psalm 70:4)

May the grace of the Lord Jesus Christ be with your spirit.